Sejumlah Daerah Keberatan jadi Tempat Penyelenggaraan UTBK-SBMPTN 2020

Kompas.com - 10/06/2020, 10:11 WIB
UTBK-SBMPTN 2020 KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoUTBK-SBMPTN 2020

KOMPAS.com - Sejumlah daerah di Indonesia menyatakan keberatan menjadi tempat penyelenggara Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SNMPTN) 2020.

Pernyataan keberatan dilayangkan oleh pemimpin daerah setempat melalui rektor perguruan tinggi negeri (PTN).

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Jamal Wiwoho mengatakan sejumlah rektor PTN telah dihubungi oleh gubernur dan walikota setempat dan menunjukkan indikasi kurang setuju.

Jamal menyebutkan keberatan dilayangkan karena pertimbangan penyebaran wabah pandemi Covid-19 saat penyelenggaraan UTBK- SBMPTN 2020.

"Kondisi di daerah kita ini ada yang keras dengan mobilitas penduduk, ada juga yang boleh. Karena Covid-19 ga boleh berkerumun. Daerah yang keberatan ketika ada mobilitas (manusia) saat UTBK," kata Jamal saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/6).

Ia memprediksi ada sekitar 1 juta peserta UTBK 2020 yang akan tersebar di kampus-kampus di seluruh Indonesia. Jamal menyebutkan, ada sejumlah daerah juga yang masih ingin melanjutkan rencana kegiatan UTBK 2020 di tengah pandemi Covid-19.

"Persiapan yang baik yang memiliki risiko itu yang jadi pertimbangan. Risiko penularan dan penyebaran Covid-19. Ada daerah yang keberatan, ada yang siap untuk jadi tempat penyelenggara UTBK. Masih jadi polemik," kata Jamal.

Dalam penyelenggaraan UTBK-SBMPTN 2020 nantinya pada 10 Juli 2020 akan ada empat sesi dalam satu hari. Ia membayangkan rumitnya penyelenggaraan UTBK-SBMPTN 2020.

"Bayangkan ada komputer ada 40 dalam satu ruangan. Sekarang hanya 20 komputer. Tim ruangan harus sediakan protokol kesehatan. Karena saat Covid-19 itu tak boleh berkerumun,"  ujar Jamal.

Baca juga: Update 9 Juni, 493.440 Siswa akan Tempuh UTBK-SBMPTN 2020

Jamal tak merinci daerah-daerah mana saja yang menyatakan tak siap untuk menjadi penyelenggara UTBK 2020. Meskipun demikian, perguruan tinggi negeri di Indonesia secara rata-rata menyatakan kesiapan untuk menjadi tempat penyelenggara UTBK 2020.

"Kami tidak memutuskan keputusan tempat ujian UTBK. Kami undang LTMPT untuk presentasi, diskusi, dan mempertimbangkan 10 Juli nanti tentang kerumuman massa (UTBK-SBMPTN 2020). Kami akan menyepakati untuk mempresentasikan supaya siap UTBK versi Covid-19," tambahnya.

Ia menyebutkan kesiapan perguruan tinggi sebagai tempat penyelenggaraan UTBK-SBMPTN 2020 sudah didukung dengan kesiapan LTMPT. LTMPT saat ini sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk penyelenggaraan UTBK-SBMPTN 2020.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT), Mohammad Nasih mengatakan risiko penularan Covid-19 akan selalu dan pasti ada. Saat ini, memitigitasi penularan Covid-19 perlu dilakukan.

"Kami sudah merancang UTBK dengan pendekatan New Normal dan ikuti protokol kesehatan.
Jadi ya terserah saja. Kalau ada daerah yang belum memungkinkan ya kita undur sampai semua daerah memungkinkan," kata Nasih saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/6/2020).

Saat ini, pihak LTMPT menyatakan kesiapan 99 persen untuk pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020.

Dalam penyelenggaraan UTBK-SBMPTN 2020, setiap calon peserta diminta untuk memilih tempat tes UTBK di kota masing-masing. UTBK 2020 nantinya dilaksanakan di 74 PTN yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Close Ads X