Prof Dian Ratna Sawitri, Sosok di Balik Favoritnya Psikologi Undip

Kompas.com - 13/04/2021, 20:48 WIB
Ilustrasi mahasiswa, kampus, universitas, perguruan tinggi ShutterstockIlustrasi mahasiswa, kampus, universitas, perguruan tinggi
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com -  Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro ( Undip) menjadi pilihan utama di SNMPTN 2021. Raihan itu tentunya tidak mudah begitu saja diperoleh.

Sebab, pasti ada orang-orang yang berkontribusi untuk hal tersebut.

Baca juga: Raih IPK 4,00, Bramantya Airlangga Raih Gelar Doktor di ITS

Sosok Dekan Fakultas Psikologi Undip, Prof. Dian Ratna Sawitri adalah salah satu yang dipandang berperan atas favoritnya Prodi Psikologi Undip.

"Kerja keras telah dilakukan senior di Fakultas Psikologi. Pimpinan universitas juga berikan dukungan maksimal, sehingga kami mempunyai ruang gerak yang cukup untuk tarik minat calon mahasiswa," ujarnya melansir laman Undip, Selasa (13/4/2021).

Sawitri merupakan mahasiswa angkatan pertama Prodi Psikologi yang dulu masih tergabung dengan Fakultas Kedokteran Undip. Gelar Sarjana diraihnya di tahun 2000.

Setelah mengantongi ijazah profesi psikolog tahun 2002, ibu satu anak ini melanjutkan studi magister ke Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI). Dia menggapai gelar magister di tahun 2008.

Untuk meraih gelar doktor, Witri menimba ilmu di Griffith University. Gelar doktor dituntaskannya dalam 3 tahun, mulai 2010-2013.

Ketika didesak faktor apa yang membuat Fakultas Psikologi Undip terfavorit, dia menduga anak muda memiliki ketertarikan tinggi untuk mempelajari psikologi.

Baca juga: Universitas Brawijaya Sediakan Shuttle Bus bagi Peserta UTBK

Dalam momentum yang bersamaan, Fakultas Psikologi Undip dapat menangkap peluang dan dapat memenuhi keingintahuan itu secara informatif serta menjamin aksesibilitasnya.

Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) yang diperoleh sejak 2018, turut menjadi pertimbangan penting banyaknya calon mahasiswa masuk Psikologi Undip.

Tingkat kepercayaan juga makin tebal, karena Fakultas Psikologi Undip didukung 38 dosen dan 35 tenaga kependidikan.

Lalu, Undip juga sudah memiliki Prodi Magister Psikologi.

Minat kuliah di Semarang meningkat

Perlu dicatat juga, bilang dia, minat kuliah di Kota Semarang belakangan terus meningkat.

Selain kotanya asyik, aman, biaya hidup juga relatif murah.

"Sejak tol Trans Jawa hadir, serta selesainya Bandara A Yani yang baru, akses ke Semarang makin lengkap. Faktor ini juga tak bisa diabaikan," ujar dia.

Selain mengajar di Prodi S1 dan S2 Psikologi Undip.

Dia juga mengajar di Prodi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Undip.

Baca juga: Rektor: Lulusan IPB Punya Tiga Ciri yang Melekat

Dia juga berkesempatan mengajar mata kuliah career development di beberapa universitas di Amerika Serikat dan Australia sebagai visiting lecturer.

Memasuki usianya yang ke-43, sosok yang dekat dengan mahasiswa ini meraih gelar akademik tertinggi, yakni Profesor.

Dia mengaku, gelar guru besar memang menjadi ultimate goal semua akademisi yang berkiprah di pendidikan tinggi.

Lalu, jabatan struktural merupakan suatu bentuk kepercayaan dari pimpinan universitas dan rekan sejawat.

"Tapi bagi saya, gelar dan jabatan adalah tangung jawab yang perlu diimbangi dengan karya-karya nyata," ungkap dia,

Dia menambahkan, perjalanan dirinya sampai saat ini bukan hal mudah.

Pasalnya, berbagai peran pernah dijalaninya agar memperoleh hasil yang terbaik.

Baca juga: Sekolah Vokasi Undip Fokus Kembangkan 11 Prodi Sarjana Terapan

"Mohon dukungan dan doanya, supaya saya mampu melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan. Salah satunya adalah memberikan kontribusi yang nyata terwujudnya Undip sebagai universitas riset berkelas dunia," pungkas dia.

Close Ads X