Mendikbud Nadiem Makarim saat menjelaskan KIP Kuliah Merdeka.KOMPAS.com - Kini, kebijakan KIP Kuliah telah menyesuaikan dengan biaya Uang Kuliah Tunggal ( UKT) dan biaya hidup mahasiswa. Sehingga hal menjadi angin segar bagi para mahasiswa.
Demikian diungkapkan Abdul Kahar selaku Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (PLPP) pada Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) bertema “Mewujudkan SDM Unggul Melalui KIP Kuliah (KIP-K) Merdeka dan Perluasan Beasiswa LPDP” secara daring, Kamis (30/12/2021).
Adapun kegiatan tersebut digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Riset) melalui Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (BKHM).
Baca juga: Mendikbud Ristek Serahkan KIP Kuliah Merdeka di IPB
Diharapkan dari SMB kali ini, masyarakat semakin teredukasi mengenai manfaat KIP Kuliah Merdeka dalam keberlanjutan pendidikan bagi calon mahasiswa bertalenta namun kurang mampu secara ekonomi.
"Sebelumnya anak-anak kita yang punya talenta akademik ragu untuk memilih perguruan tinggi yang terbaik," ujar Abdul Kahar dilansir dari laman Kemendikbud Ristek.
Menurutnya, UKT menyesuaikan biaya hidup mahasiswa. Untuk itulah, ini sebagai wujud kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan khususnya bagi jenjang perguruan tinggi.
"Pemerintah mendukung semua lini di mana anak-anak kita kalau dia punya talenta terbaik, bisa memilih perguruan tinggi terbaik di mana dia ingin berkuliah," ungkapnya.
“Kami sadari tahun 2020 kami kurang memberi sosialisasi masif tentang KIP Kuliah, sehingga kesempatan yang tersedia bagi calon mahasiswa sangat sempit untuk berpartisipasi," tuturnya.
Untuk itulah pihaknya tahun ini bekerja sama dengan unit utama di Kemendikbud Ristek agar anak-anak kita yang punya talenta akademik bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa terkendala biaya (melalui pemanfaatan KIP-K).
Baca juga: Prospek Kerja Jurusan Biologi, Calon Mahasiswa Harus Paham
Seperti diungkapkan salah satu penerima manfaat KIP-K Merdeka, Alifia Cantika Nurrahmah asal Sumatera Barat mengaku beruntung karena dapat merasakan manfaat KIP Kuliah.
"Alhamdulillah, saya senang dan bahagia bisa merasakan manfaat KIP-K Merdeka ini. Dengan program ini saya lebih percaya diri untuk berkuliah dan menggapai cita-cita," katanya.
Ia bercerita bahwa dia bukanlah penerima KIP semasa di SMA. Dia mengetahui program sebelum mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN) 2021.
Awalnya, ia bingung memilih universitas dan program studi karena harus mempertimbangkan biayanya mengingat perekenomian keluarga Alif saat itu ikut terdampak akibat pandemi Covid-19.
"Setelah saya tahu ada program sebaik ini dari Kemendikbud Ristek, saya merasa percaya diri dan yakin untuk mengambil jurusan Agronomi dan Hortikultura Di IPB University yang jaraknya jauh dari kota asal saya," imbuhnya.
Perlu diketahui, Kemendikbud Ristek mengubah skema KIP Kuliah dengan memberikan bantuan biaya pendidikan (uang kuliah) dan biaya hidup yang jauh lebih tinggi.
Perubahan ini berlaku untuk mahasiswa baru yang menerima KIP Kuliah pada tahun 2021. Anggaran yang dialokasikan untuk KIP Kuliah meningkat signifikan dari Rp 1,3 triliun pada 2020, menjadi sebesar Rp 2,5 triliun.
Abdul Kahar menjelaskan, KIP-K memiliki dua komponen utama, yakni:
1. Pertama, biaya penyelenggara pendidikan dalam bentuk UKT maupun SPP untuk perguruan tinggi swasta (PTS).
"Ini murni kita berikan ke perguruan tinggi bahwa seluruh mahasiswa tidak akan dipungut biaya lagi karena ini sudah kita naikkan. Jadi, jangan sampai ada beban pembiayaan bagi mahasiswa di luar beban UKT," tegasnya.
2. Komponen kedua mengenai biaya hidup. Kepala PLPP meminta para penerima KIP-K agar dapat memaksimalkan biaya hidup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, transportasi, dan akomodasi.
Baca juga: Berapa Kerugian Akibat Erupsi Gunung Semeru? Ini Analisis Mahasiswa IPB
"Jangan sampai mahasiswa dipotong biaya hidupnya untuk mengatasi kebutuhan praktikum. Ini yang tidak kami kehendaki. Harusnya biaya hidup diperuntukkan hanya untuk mendukung mahasiswa agar dapat menjalankan perkuliahan dengan baik," jelas Kahar.