KOMPAS.com – Sejumlah sekolah di Malang masuk dalam pemeringkatan sekolah terbaik berdasarkan rerata nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2022 tertinggi versi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi ( LTMPT), yakni 589,501.
Dari daftar yang dikeluarkan pada Jumat (26/8/2022), SMA Katolik Kolese Santo Yusup (Kosayu) berhasil menyabet SMA Swasta terbaik di Kota Malang berdasarkan nilai UTBK 2022.
Melansir laman resminya, pendirian SMAK Kolese St. Yusup ini berawal dari penugasan almarhum Uskup Malang yakni Mgr. AEJ Albers O.Carm., kepada Pastor Joseph Wang, CDD pada 16 Januari 1951 untuk mendirikan sekolah Katolik di Malang.
Baca juga: Profil SMAIT Nurul Fikri, Sekolah Terbaik di Depok dengan Kurikulum Islam
Oleh karena itu, pada 5 Juli 1951 dibukalah Sekolah Menengah secara darurat dengan upacara yang sangat sederhana. Kemudian pada 17 Juli 1951 proses belajar mengajar dimulai dengan empat ruangan kelas dan satu kantor.
Beberapa bulan kemudian, tepat pada 5 Februari 1952, sekolah tersebut memilih Santo Yusup sebagai nama sekolah.
Pada 1972, terjadi perkembangan yang cukup besar pada SMAK Kolese St. Yusup tersebut. Oleh karena itu, pada 1 September 1974, sekolah tersebut pindah ke Blimbing dengan kapasitas sembilan kelas yang sudah mulai ditempati di atas tanah seluas 2 hektare bekas sawah dan tanpa tetangga.
Baca juga: SMAK St. Louis 1 Jadi Sekolah Swasta Terbaik Indonesia, Ini Profilnya
Setelah pembukaan tahun ajaran baru dengan menggunakan sembilan kelas, pada 19 Maret 1975, Walikota Malang, Sugiyono resmi membuka sekolah tersebut.
SMAK Kolese St. Yusup berkembang dari tahun ke tahun. Saat ini, ruang kelas yang ditempati oleh siswa sebanyak 30 kelas di atas lahan seluas 3,5 hektare. Siswanya sebanyak 1.293 orang dan telah meluluskan sebanyak 10.051 siswa yang berasal dari penjuru Indonesia.
Pada 2007 status SMAK Kolese Santo Yusup berubah menjadi Terakreditasi “A” oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM). Hingga saat ini, sekolah tersebut dikenal sebagai salah satu sekolah terfavorit di Indonesia.
Baca juga: Singapore Institute of Management Buka Program Diploma di Indonesia
SMAK Kolese Santo Yusup (Kosayu) berupaya menjadikan sekolahnya sebagai komunitas untuk belajar unggul secara akademik dan non-akademi. Hal tersebut nampak dari pelaksanaan visi dan misi sekolah.
Visi SMAK Kolese Santo Yusup adalah menjadi komunitas belajar unggul berpedoman pada standar nasional, berorientasi global, menghayati nilai-nilai kasih, taat, kerja sama, dan disiplin.
Dalam menjalankan visi tersebut, SMAK Kosayu menjadikan sekolahnya sebagai wadah dan komunitas untuk belajar unggul. Unggul berarti memiliki nilai lebih dan nilai tambah.
Hal tersebut dipahami sebagai suatu konsep terciptanya masyarakat pembelajar di sekolah yakni proses belajar antara guru dengan guru, guru dengan siswa, siswa dengan siswa, juga antara masyarakat sekolah dengan masyarakat di luar sekolah.
Baca juga: 8 Beasiswa S2-S3 Tanpa Batas Usia, Kuliah Gratis dan Uang Saku
Dengan demikian, SMAK Kosayu berpedoman pada standar nasional, yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini, SMAK Kosayu berorientasi secara global, melihat, dan menyadari perkembangannya di tengah-tengah dunia.
Oleh karena itu, SMAK Kosayu memandang dunia secara utuh dan tidak sekadar hadir, tetapi ambil bagian dalam perkembangan dunia, melalui lingkungan yang terdekat.
Selain itu, SMAK Kosayu juga menghayati nilai kerja sama sebagai kekuatan komunitas dalam mencapai tujuan. Dengannya, mereka dibina untuk disiplin dan konsisten dalam mewujudkan keadaan yang tertib, sesuai aturan yang berlaku.
Selain pemaparan visi sekolah di atas, SMAK Kosayu juga menjalankan misi sekolah yakni mewujudkan pendidikan kaum muda Indonesia seutuhnya melalui keunggulan akademik, kecakapan hidup, dan keterbukaan.
Baca juga: Profil SMAN 2 Kota Tangerang Selatan, SMA Negeri Terbaik di Tangsel
SMAK Kosayu menyadari bahwa para pelajar sebagai kaum muda merupakan manusia yang sangat terbuka terhadap segala nilai. Oleh karena itu, SMAK Kosayu mengarahkan kaum muda dan mendidik mereka secara menyeluruh dalam bidang pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam relasi dengan lingkungan dan Tuhan.
SMAK Kosayu menilai bahwa keunggulan akademik tidak sekadar mengejar nilai akademik, tetapi menumbuhkan cinta akan ilmu pengetahuan sehingga tumbuhlah inovasi, kreasi, dan pembaharuan dalam hidup maupun ilmu itu sendiri.
Dengan demikian, kecakapan hidup merupakan keterampilan atau kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif. Hal tersebut memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan secara lebih efektif.
Kecakapan hidup sendiri mencakup lima jenis yakni kecakapan mengenal diri, kecakapan berpikir, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan kejuruan. Oleh karena itu diperlukan sikap terbuka yang bersedia menerima perubahan atas perkembangan dan kemajuan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Baca juga: Pemprov DKI Desain 4 Sekolah Berkonsep Net Zero Carbon, Apa Itu?
SMAK Kosayu menilai bahwa Intelligence Quotients (IQ) atau tingkat kecerdasan seseorang menjadi standar mutlak untuk mencapai kesuksesan, tetapi Emotional Quotient (EQ) sangat dibutuhkan untuk mendukung kesuksesan setiap orang.
Oleh karena itu, dunia pendidikan saat ini perlu memberikan pelatihan EQ bagi siswa. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai program dalam kegiatan ekstrakurikuler. Sebagian sekolah bahkan membuat program ekstrakurikulernya sebagai program unggulan sekolah.
SMAK Kosayu sendiri menyediakan berbagai sarana prasarana untuk mendukung minat, bakat, dan kemampuan para siswa. Dengan demikian, dapat mengasah kemampuan akademik dan mengembangkan potensi non-akademik. Harapannya, hal tersebut mampu menciptakan siswa yang cerdas secara intelegensia dan non-akademik.
Baca juga: 6 Jurusan Ilmu Sosial-Politik Terbaik Indonesia dan Biaya Kuliahnya
SMAK Kosayu menyediakan bimbingan belajar akademik dan kegiatan ekskul siswa:
1. Bimbingan belajar akademik
Program ini diikuti oleh siswa yang pada rapor bulanannya mendapat nilai merah (nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sesuai ketetapan SMAK Kosayu yaitu 75 pada salah satu atau beberapa mata pelajaran tersebut. Namun, dapat juga diikuti oleh siswa karena keinginannya sendiri untuk memperbaiki nilainya.
a. Bimbingan Belajar
Pilihan pelajaran yakni Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, dan Ekonomi-Akuntansi.
b. Pengayaan
Pilihan pelajaran yakni Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, dan Ekonomi-Akuntansi.
c. Bimbingan Belajar Intensif (BBI)
BBI bentuk bimbingan belajar intensif khusus mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional pada kelas XII.
d. Olimpiade Sains Nasional (OSN)
Pilihan pelajaran yakni Matematika, Fisika, Biologi, Komputer, Astronomi, dan Kebumian.
2. Kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan ekskul yang dapat diikuti oleh SMAK Kosayu yakni:
• Bahasa Mandarin
• Catur
• Karate
• Bahasa Jepang
• Elektro
• Paduan Suara
• Bahasa Jerman
• English Speaking
• Pernafasan
• Band
• Komputer
• Pramuka
• Badminton
• Astronomi
• Scrabble
• Basket
• Kebumian
• Taekwondo
• Keramik
• Voli
• Tari
• Theater
• Tenis Meja
Baca juga: Kemendikbud Buka Program Digital Skill Harvard University bagi Guru