Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2023 di Universitas Gadjah Mada (UGM).
KOMPAS.com - Ada yang berbeda dari pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2025.
Salah satunya adalah jumlah pelaksanaanya. Pada tahun 2024, pelaksanaan UTBK SNBT dilakukan dengan dua gelombang. Namun tahun 2025 UTBK SNBT hanya dilakukan satu gelombang.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2025 Prof. Eduart Wolok mengatakan, pelaksanaan UTBK SNBT 2025 dilakukan selama 10 hari dengan dua sesi per harinya.
Hal itu dikarenakan adanya evaluasi pelaksanaan UTBK SNBT 2024 yang meperlihatkan sebenarnya pelaksanaan UTBK di daerah tersebut cukup hanya dengan satu kali pelaksanaan.
Baca juga: Berubah, Tes UTBK SNBT 2025 Hanya 1 Gelombang
Selain itu, juga ada peningkatan infrastruktur tempat pelaksanaan UTBK SNBT di banyak daerah.
"Sedangkan daerah lain cukup satu gelombang, dua sesi daerah itu sudah cukup memadai. Karena ini juga disertai dengan peningkatan kapasitas infrastruktur untuk melaksanakan UTBK yang ada di daerah yang semakin meningkat," kata Prof. Eduart di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2024).
Dia menekankan, dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025, dengan satu hari, dua sesi dengan kapasitas peserta yang lebih besar itu memungkinkan untuk diselesaikan dalam sepuluh hari.
Prof. Eduart juga mengatakan, siswa yang bisa mendaftar SNBT adalah siswa kelulusan tahun 2025 dan siswa gap year, paket C tahun 2023, 2024 dengan usia maksimal 25 tahun.
Semua siswa SMA, SMK, dan MA wajib melakukan registrasi akun SNPMB untuk mendaftar SNBP atau SNBT.
"Bagi siswa gap year, wajib melalukan registrasi akun SNPMB 2025 baru," ujarnya.
Baca juga: Sekolah yang Pakai E-rapor Dapat Tambahan Kuota Peserta SNBP 2025