Beredar Info Sistem IRT di UTBK-SNBT, Panitia SNPMB: Itu Analisa Bimbel untuk Komoditas

Kompas.com - 14/03/2025, 16:35 WIB
Peserta UTBK-SNBT mengerjakan soal ujian di kampus Itera Lampung, Selasa (30/4/2024). Jadwal UTBK SNBT Gelombang 2 KOMPAS.COM/DOK. Humas IteraPeserta UTBK-SNBT mengerjakan soal ujian di kampus Itera Lampung, Selasa (30/4/2024). Jadwal UTBK SNBT Gelombang 2

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem Penilaian Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) - Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2025 banyak diungkap dan beredar di media sosial.

"Udah update sistem penilaian UTBK/SNBT belum nih, Sobat? Jangan sampe salah langkah karena gak tau yaa!," tulis salah satu akun Instagram aplikasi bimbingan belajar (bimbel) baru-baru ini.

Akun media sosial tersebut mengungkap bahwa panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) sudah mulai menerapkan sistem IRT (Item Response Theory) untuk standar penilaian Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Sistem IRT disebut menggantikan sistem penilaian yaitu benar menjawab soal UTBK lalu mendapatkan poin 4, salah menjawab mendapatkan poin -1 dan tak menjawab mendapatkan poin 0.

Baca juga: 7 Prodi Kedokteran yang Dipilih Siswa dengan Skor UTBK SNBT Tertinggi

Akun media sosial itu kemudian menjelaskan lebih rinci terkait sistem IRT dalam UTBK-SNBT 2025.

Dalam akun tersebut, IRT dijelaskan sebagai sebuah sistem penilaian yang mengutamakan karakteristik dari setiap soal. Dengan kata lain, penilaian nantinya akan mempertimbangkan tingkat kesulitan setiap soal. Ada level mudah, sedang, dan sulit.

Sistem penilaian IRT ini juga tak cuma memperhitungkan berapa banyak jumlah soal yang berhasil dijawab secara benar atau salah. Namun, mempertimbangkan sulit atau tidaknya soal yang dijawab.

"Semakin sulit soalnya, maka makin tinggi juga bobot skor yang diperoleh, loh" tulis unggahan akun itu.

Akun aplikasi bimbel itu juga memberikan strategi untuk mengerjakan soal UTBK dengan sistem IRT.

Tanggapan Panitia SNPMB 2025

Sekretaris Eksekutif SNPMB, Bekti Cahyo Hidayanto mengatakan, informasi terkait Sistem Penilaian UTBK-SNBT di media sosial (medsos) sudah banyak beredar sejak dulu. Menurutnya, informasi tersebut bukan berasal dari panitia SNPMB.

"Mohon maaf sistem penilaian UTBK tidak untuk konsumsi publik. Kalau di medsos sudah sejak dulu banyak info yang ada dan itu semua bukan dari Pantia. Itu asalnya dari opini-opini dan analisa bimbel yang dibuat untuk komoditas. Panitia tidak akan terpancing untuk menanggapi," kata Bekti saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (14/3/2025) sore.

Bekti mengatakan, panitia SNPMB juga tak pernah menyatakan terkait kebenaran atau ketidakbenaran soal Sistem Penilaian UTBK-SNBT yang beredar di media sosial.

Baca juga: Link Simulasi Soal UTBK SNBT 2025, Klik simulasi-tes.bppp.kemdikbud.go.id

Menurutnya, panitia SNPMB juga tak ada dalam kapasitas untuk membantah informasi terkait Sistem Penilaian IRT di UTBK-SNBT yang beredar.

"Mengapa kami harus membantah dan tidak membantah opini pihak lain untuk kegiatan kami? Jadi tidak dalam posisi itu," tambah Bekti.

Bekti mengimbau para orangtua dan calon peserta UTBK-SNBT 2025 mengikuti informasi resmi di website dan media sosial resmi panitia SNPMB dan PTN anggota penyelenggara SNPMB. Ia menyebutkan, informasi seputar UTBK-SNBT 2025 sudah cukup jelas untuk disimak.

Close Ads X