Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pelayanan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 terutama bagi penyandang disabilitas. Pihak UGM juga menyiapkan fasilitas untuk para penyandang disabilitas termasuk mengantisipasi bentuk kecurangan yang bisa terjadi.Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM, Wuri Handayani menyatakan para penyandang disabilitas memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang baik selama ujian.
Karenanya untuk memitigasi kemungkinan penyalahgunaan alat bantu dengar untuk hal-hal yang tidak diinginkan seperti penggunaan joki, maka Unit Layanan Disabilitas UGM mengusulkan menempatkan ruang tersendiri agar memudahkan dalam melakukan pengawasan.
“Para peserta disabilitas inipun diminta untuk melampirkan surat keterangan untuk penggunaan alat bantu yang digunakan dari dokter pemerintah, Puskesmas, Rumah Sakit dan lain-lain”, tambah Wuri.
Koordinator Pelaksana UTBK SNBT di UGM, Ridi Ferdiana, mengatakan dari 20.615 peserta yang melaksanakan ujian di kampus UGM tersebar di 13 lokasi, 41 ruang dengan melibatkan 1.084 pengawas ujian.
Untuk pelaksanaan ujian kali ini, UGM telah menyiapkan 4 server untuk melayani sebanyak 1372 pengguna tiap sesi, dan komputer sebanyak 1539 unit.