KOMPAS.com - UTBK SNBT 2026 resmi dibuka sebagai jalur seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berbasis tes yang diselenggarakan oleh SNPMB.
Tahun ini, pelaksanaannya berlangsung dalam satu gelombang selama 10 hari, dengan dua sesi per hari, dan setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti ujian satu kali.
SNPMB telah merilis jadwal resmi, syarat pendaftaran, hingga rincian materi ujian yang wajib dipahami calon peserta agar tidak keliru saat mendaftar.
Memahami seluruh tahapan sejak registrasi akun hingga pengumuman hasil menjadi langkah penting agar peluang lolos semakin terbuka.
Baca juga: 10 Jurusan Kuliah dengan Peluang Kerja Besar, Bisa Jadi Referensi UTBK SNBT 2026
Melansir dari laman resmi SNPMB, berikut jadwal resmi dari SNPMB (per Februari 2026):
- Registrasi Akun SNPMB Siswa: 12 Januari – 7 April 2026 (pukul 15.00 WIB)
- Pendaftaran UTBK-SNBT: 25 Maret – 7 April 2026
- Pembayaran Biaya UTBK: 25 Maret – 8 April 2026
- Pelaksanaan UTBK: 21 April – 30 April 2026
- Pengumuman Hasil SNBT: 25 Mei 2026
- Masa Unduh Sertifikat UTBK: 2 Juni – 31 Juli 2026
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal SNPMB:
- Setelah registrasi akun SNPMB, login ke Portal SNPMB menggunakan akun tersebut.
- Mengisi dan melengkapi biodata, unggah pas foto berwarna terbaru, verifikasi biodata, serta unduh dan unggah pernyataan tunanetra dan/atau hambatan visual (jika berlaku).
- Mengunggah portofolio wajib bagi peserta yang memilih program studi Bidang Seni dan/atau Olahraga.
- Memperoleh slip pembayaran biaya UTBK bagi peserta non-pelamar KIP Kuliah.
- Lakukan pembayaran sesuai slip (jika diperlukan), lalu finalisasi pendaftaran.
- Pastikan semua dokumen siap sebelum deadline 7 April 2026.
Baca juga: SNBP dan UTBK-SNBT 2026: Perbedaan Jadwal dan Tahapan Seleksi Masuk PTN
Syarat pendaftaran UTBK-SNBT 2026
Ini syarat wajib yang harus dipenuhi:
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Siswa SMA/SMK/MA atau sederajat pada kelas terakhir tahun 2026, atau Peserta didik Paket C tahun 2026 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2026).
- Siswa yang belum punya ijazah harus membawa surat keterangan sebagai siswa kelas terakhir, minimal disertai pas foto terbaru (berwarna), stempel/cap sekolah, dan tanda tangan Kepala Sekolah.
- Siswa lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2024 dan 2025, atau lulusan Paket C tahun 2024 dan 2025 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2026).
- Untuk lulusan SMA/sederajat dari luar negeri, harus punya ijazah yang telah disetarakan.
- Untuk peserta yang memilih program studi bidang seni dan/atau olahraga, wajib mengunggah portofolio. Ada 11 jenis portofolio di SNBT 2026, seperti olahraga, seni rupa/desain/kriya, seni tari, seni musik, seni karawitan, etnomusikologi, teater, fotografi, film televisi, seni pedalangan, dan sendratasik.
- Mempunyai kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi.
- Untuk peserta berkebutuhan khusus tunanetra, wajib mengunggah Surat Pernyataan Tunanetra.
- Membayar biaya UTBK (kecuali penerima KIP Kuliah).
Catatan penting, siswa yang sudah lolos SNBP 2024-2026 tidak bisa mengikuti SNBT 2026.
Baca juga: SNPMB 2026: Ini Jadwal SNBP dan UTBK-SNBT yang Perlu Diketahui
Materi ujian UTBK-SNBT 2026
Berdasarkan tahun sebelumnya (2025), fokus materi ujian UTBK pada kemampuan penalaran dan literasi, di antaranya:
- Tes Potensi Skolastik (TPS) → Penalaran Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetahuan Kuantitatif, Penalaran Matematika.
- Literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
- Penalaran Matematika
Sementara bagi pendaftar prodi Seni atau Olahraga menambahkan portofolio dengan template file sesuai ketentuan SNPMB.
Itulah jadwal, syarat, cara daftar, dan materi UTBK SNBT 2026 yang perlu dipahami calon peserta.
Pastikan mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan SNPMB agar tidak kehilangan kesempatan mengikuti UTBK SNBT 2026.
Baca juga: Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat UTBK-SNBT 2025, Ini Daftarnya untuk Persiapan 2026