ilustrasi siswa SMA Khadijah Surabaya
KOMPAS.com – Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief meminta Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru ( SNPMB) 2026 untuk menjamin kesiapan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan UTBK SNBT 2026 (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes).
Habib menegaskan bahwa seluruh proses, mulai dari tahap pendaftaran hingga pelaksanaan ujian, harus berjalan tertib, lancar, dan akuntabel.
"Kami meminta pansel (panitia seleksi) memastikan mulai dari pendaftaran hingga selama pelaksanaan UTBK SNBT. Seluruh sarana dan prasarana pendukung benar-benar siap dan tidak ada kendala," ujar Habib mengutip Antara, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Cara Daftar UTBK SNBT 2026, Lolos SNBP Tidak Boleh Ikut
Menurut Habib, kesiapan infrastruktur tidak boleh dianggap remeh. Mengingat UTBK sepenuhnya menggunakan sistem berbasis komputer, gangguan teknis sekecil apa pun dinilai berpotensi merugikan peserta, baik secara psikologis maupun akademik.
Ia mengingatkan bahwa kelancaran teknis adalah faktor krusial yang menentukan masa depan para calon mahasiswa yang telah bersiap diri sejak jauh hari.
“Kesiapan sarana dan prasarana adalah tolok ukur keberhasilan pelaksanaan. Jangan dianggap sepele,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut gangguan teknis saat pelaksanaan UTBK berdampak terhadap psikologis siswa.
“Jika ada gangguan, bukan hanya sistem yang terganggu, tetapi juga masa depan peserta. Mereka sudah mempersiapkan diri secara maksimal, jangan sampai gagal hanya karena persoalan teknis,” kata Habib.
Baca juga: Cara Daftar UTBK SNBT 2026 bagi yang Tak Lolos SNBP, Cek Syarat dan Biayanya
Syarat, biaya, dan cara daftar UTBK SNBT 2026.Untuk meminimalisir kendala di lapangan, Habib merinci sejumlah poin penting yang harus menjadi perhatian utama panitia pelaksana.
Mulai dari ketersediaan perangkat, jaringan dan server, sistem kelistrikan, hingga kenyamanan ruang ujian.