Ilustrasi UTBK SNBT, passing gradeKOMPAS.com - Informasi passing grade untuk lolos UTBK SNBT 2026 (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) sering diburu banyak peserta.
Terutama bagi pendaftar yang mau masuk UI (Universitas Indonesia), UGM (Universitas Gadjah Mada), ITB (Institut Teknologi Bandung), bahkan IPB (Institut Pertanian Bogor) seringkali berburu banyak info terkait minimal skor.
Para peserta akan menghadapi ujian mulai 25 April 2026 dengan materi ujian literasi dan penalaran umum.
Persaingan untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sangat ketat. Hingga banyak pendaftar memutuskan tambahan belajar untuk berlatih mandiri.
Ada banyak juga bimbingan belajar, akun layanan les, memberikan gambaran passing grade atau minimal masuk PTN top Indonesia.
Baca juga: Kuota 2.481, IPB Pastikan Tak Ada Passing Grade di UTBK SNBT 2026
Misalnya untuk masuk UI, UGM, ITB, IPB, pendaftar banyak yang berlatih atau try out sampai nilainya minimal 500-700 skor.
Tetapi apakah passing grade masuk UI, UGM, ITB Memang benar-benar minimal skornya 500-700?
Sebetulnya tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) sudah mengingatkan berkali-kali bahwa tidak ada passing grade masuk PTN.
Mekanisme seleksi SNBT juga murni diurutkan dari nilai UTBK tertinggi. Misalnya, untuk prodi A di PTN A, jika daya tampungnya adalah 100.
Maka, nilai UTBK peserta yang memilih prodi tersebut, akan diurutkan peringkatnya dari 1 sampai 100 dari yang tertinggi.
Dr Utami Dyah Syafitri selaku Direktur Administrasi Pendidikan dan Penerimaan Mahasiswa Baru IPB University, menegaskan bahwa seleksi SNBT 2026 murni berdasarkan skor UTBK.
Sehingga tidak ada batasan nilai minimal yang kaku, karena kelulusan sangat bergantung pada keketatan program studi (prodi) dan kuota yang tersedia.
“Seleksi SNBT itu benar-benar murni skor. Selama masuk ke dalam cut-off skornya, itu akan diterima. Pembatasan utamanya adalah kuota, maka penting bagi calon mahasiswa untuk melihat daya tampung di tiap prodi melalui laman resmi admisi.ipb.ac.id,” ujar Dr Utami, dilansir dari laman IPB University, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Ada Perubahan, Beberapa Pusat UTBK SNBT 2026 Tambah 22 Sesi, Jadwal sampai 2 Mei
Syarat, biaya, dan cara daftar UTBK SNBT 2026.Sementara Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB Prof Eduart Wolok ikut menegaskan bila tak ada passing grade minimal 500-700 untuk masuk PTN.
"Kita tidak menyampaikan passing grade. Kenapa? Karena kita memang menerima, kalau ada satu prodi tertentu di perguruan tinggi tertentu dengan kuota 30, maka kita akan menerima 30 (peserta) dengan nilai yang tertinggi yang memilih prodi ini," ucapnya, dilansir dari tayangan Youtube SNPMB terkait pengumuman SNBT tahun lalu.
Kalau naik turunnya nilai UTBK, memang tidak bisa diprediksi.
Sebab hal itu berkaitan dengan jumlah daya tampung, kemampuan masing-masing siswa, dan aspek lainnya.
Terkait informasi passing grade di bimbel, bisa dipastikan bukan informasi dari PTN langsung. Pada tahun sebelumnya, Sekretaris Eksekutif SNPMB, Bekti Cahyo Hidayanto juga ikut angkat suara terkait passing grade masuk PTN.
"Mohon maaf sistem penilaian UTBK tidak untuk konsumsi publik. Kalau di medsos sudah sejak dulu banyak info yang ada dan itu semua bukan dari pantia. Itu asalnya dari opini-opini dan analisa bimbel yang dibuat untuk komoditas. Panitia tidak akan terpancing untuk menanggapi," kata Bekti saat dilansir dari laman Kompas.com, Kamis (9/3/2026).
Sehingga passing grade yang tersebar di media sosial, hanyalah perkiraan saja. Sebab setiap tahun, ketetatan persaingan di setiap prodi akan berubah-ubah, tergantung dari banyaknya pilihan peserta.
Baca juga: Berapa Nilai UTBK SNBT 2026 Masuk IPB University?
Berdasarkan pengumuman SNPMB tahun sebelumnya, nilai rata-rata nilai UTBK 2025 jenjang D3 yakni 529,39. Nilai terendahnya yakni 293,92.
Pada jenjang D4, rata-rata nilai UTBK 2025 yakni 541,47. Sedangkan nilai terendahnya yakni 284,16.
Adapun rata-rata nilai UTBK 2025 jenjang S1 yakni 545,78. Nilai terendahnya yakni 200,00.
Namun ini bukanlah nilai yang berlaku sama untuk semua prodi. Sehingga masing-masing prodi punya nilai tertinggi dan terendah berbeda-beda.