Ilustrasi unairKOMPAS.com - Universitas Airlangga ( Unair) mengecek persiapan UTBK SNBT 2026 (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) agar berjalan lancar.
Salah satu yang diimbau Unair, ialah praktik perjokian. Pada tahun sebelumnya, tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mengumumkan beberapa Pusat UTBK melaporkan adanya joki UTBK.
Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan mengatakan joki UTBK sebetulnya modus lama.
Namun ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan UTBK. Ia mengimbau seluruh panitia untuk mengantisipasi risiko kecurangan dari perjokian.
”Kepercayaan ini harus kita jaga sebaik-baiknya. Saya meminta seluruh panitia untuk benar-benar waspada terhadap praktik perjokian. Meskipun ini masalah lama, namun cara-cara yang digunakan kini semakin canggih. Kita harus mengantisipasi segala bentuk risiko agar integritas ujian tetap terjaga,” tegas Prof. Madyan, dilansir dari laman Unair, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: UNY Siapkan 781 Pengawas untuk Jaga 15.783 Peserta UTBK SNBT 2026
Selain masalah keamanan, Prof. Madyan juga menginstruksikan penyediaan fasilitas tempat ibadah yang memadai di dekat lokasi ujian, mengingat peserta diwajibkan hadir sejak pukul 06.00 WIB.
“Mudah-mudahan acara ini berjalan dengan sukses dan kita diberikan kesehatan,” harapnya.
Ketua Pusat UTBK Unair 2026, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah, mengatakan bahwa UTBK akan berlangsung selama 10 hari di Unair.
Yakni mulai tanggal 21 hingga 30 April 2026. Total ada 16.672 peserta yang akan mengikuti ujian di Unair.
“Artinya, total peserta tersebut mencapai 94,7 persen dari total kapasitas daya tampung yang disediakan sebanyak 17.600 kursi,” ungkapnya.