Rekor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., MFin pada pelaksanaan kick off UTBK pada Selasa (14/4/2026).KOMPAS.com - Universitas Airlangga (Unair) mewaspadai praktik perjokian dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026.
Unair berkomitmen menyelenggarakan ujian secara inklusif, nyaman, dan berintegritas.
Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., MFin menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dan pemerintah terkait penyelenggaraan UTBK.
Ia mengimbau seluruh panitia untuk mengantisipasi risiko kecurangan dari perjokian.
”Kepercayaan ini harus kita jaga sebaik-baiknya. Saya meminta seluruh panitia untuk benar-benar waspada terhadap praktik perjokian. Meskipun ini masalah lama, namun cara-cara yang digunakan kini semakin canggih. Kita harus mengantisipasi segala bentuk risiko agar integritas ujian tetap terjaga,” ujar Prof. Madyan pada pelaksanaan kick off UTBK pada Selasa (14/4/2026), dikutip dari situs Unair.
Prof. Madyan juga menginstruksikan penyediaan fasilitas tempat ibadah yang memadai di dekat lokasi ujian.
Sementara para peserta UTBK diwajibkan hadir pukul 06.00 WIB.
“Mudah-mudahan acara ini berjalan dengan sukses dan kita diberikan kesehatan,” harap Rektor.
Baca juga: Meski Sopan, 2 Pakaian Ini Dilarang Dipakai di UTBK SNBT 2026
Ketua Pusat UTBK Unair 2026, Prof. Ir. Mochammad Amin Alamsjah, M.Si., PhD mengingatkan bahwa ujian akan berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 21 hingga 30 April 2026.
Total ada 16.672 peserta yang akan mengikuti UTBK di Unair.
“Artinya, total peserta tersebut mencapai 94,7 persen dari total kapasitas daya tampung yang disediakan sebanyak 17.600 kursi,” ungkap Prof. Amin.
Terbagi dalam 19 sesi, pelaksanaan ujian akan berlangsung di Kampus B dan Kampus C Unair.
Sebanyak 10 gedung dan 22 ruangan CBT dimanfaatkan sebagai ruang ujian.
Kampus B meliputi gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Vokasi (Gedung A dan C).
Sedangkan di Kampus C menggunakan lokasi Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB), Gedung Nano, Gedung Nani, dan FKM.
Seluruh lokasi dilengkapi dengan ruang transit dan fasilitas teh hangat dan roti, khusus bagi peserta sesi pagi.
“Kami memahami bahwa banyak peserta sesi pagi yang belum sempat sarapan karena harus tiba di lokasi lebih awal. Fasilitas ini kami sediakan agar mereka bisa lebih fokus saat menghadapi ujian. Ini adalah langkah luar biasa untuk mendukung kenyamanan mereka,” ujar Prof. Amin.
Selain itu, Unair juga menyediakan fasilitas ujian memadai bagi penyandang disabilitas, khususnya tuna daksa, tuna rungu, dan tuna wicara. Mereka akan ditempatkan di Kampus C dengan pendampingan khusus.
Unair menginformasikan bahwa akan ada 18 peserta tuna rungu dan 4 peserta tuna daksa yang mengikuti UTBK di Gedung Nano.