Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, usai terpilih menjadi Rektor kembali, Rabu (14/1/2026)KOMPAS.com - Universitas Hasanuddin ( Unhas) memberikan perhatian penuh terhadap praktik kecurangan pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) yang marak terjadi.
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa memberikan ancaman sanksi tegas hingga pemecatan terhadap pengawas UTBK 2026 yang terbukti curang atau melanggar aturan saat bertugas.
“Unhas tidak akan menoleransi segala bentuk kecurangan. Siapa pun yang terbukti melanggar akan dikenakan sanksi tegas hingga dikeluarkan dari Unhas," ujarnya saat memberikan arahan kepada pengawas UTBK 2026, dilansir Antara, Minggu (19/4/2026).
Ia mengatakan bahwa seorang pengawas harus bekerja secara profesional, teliti, dan berintegrasi tinggi.
Baca juga: 8.000 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikut Ujian di Itera, Tersedia Makanan Gratis
Pengawas ujian tidak sekadar menjalankan tugas, tetapi juga memastikan proses ujian berlangsung dengan jujur dan adil tanpa memberi celah terhadap praktik kecurangan.
"Diperlukan komitmen yang kuat dan semangat saling mengawasi, karena yang dipertaruhkan bukan hanya pelaksanaan ujian, tetapi juga nama baik institusi,” lanjut pria yang akrab disapa Prof JJ tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung adanya oknum internal yang terlibat pelanggaran pada pelaksanaan UTBK tahun sebelumnya.
Mendapati hal tersebut, Unhas mengambil langkah tegas tanpa kompromi, termasuk pemberhentian, sebagai bentuk komitmen menjaga marwah institusi.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bagi Unhas untuk bersikap tegas terhadap segala perbuatan yang melanggar aturan sekaligus mendorong evaluasi secara menyeluruh.
Seluruh sivitas akademika diperingatkan agar tidak memberi ruang terhadap segala bentuk penyimpangan.
Tahun ini, Unhas melibatkan 1.128 pengawas guna menjaga integritas dan kredibilitas pelaksanaan UTBK.
“Para pengawas UTBK adalah pejuang yang mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas pelaksanaan ujian,” kata Prof JJ.
Ilustrasi UTBK SNBT, passing gradeWakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Muhammad Ruslin menjelaskan, pihaknya telah melakukan monitoring pra-UTBK secara menyeluruh di seluruh lokasi ujian untuk mengantisipasi terjadi praktik kecurangan.
Unhas telah menyiapkan total 15 lokasi ujian yang tersebar di dua kampus utama, yakni Kampus Tamalanrea terdapat 12 lokasi dengan 36 ruangan ujian dan Kampus Gowa tersedia 3 lokasi dengan 8 ruangan ujian.
Ia menyampaikan, peninjauan dilakukan secara bertahap selama 2 hari (13-14/4/2026). Pada hari pertama, evaluasi difokuskan di Kampus Tamalanrea.
Sementara hari kedua dilanjutkan ke Kampus Gowa. Fokus evaluasi mencakup kelayakan perangkat komputer, stabilitas koneksi jaringan, hingga efektivitas sistem keamanan.
"Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko terhadap potensi kendala teknis maupun non-teknis yang dapat mengganggu kelancaran ujian. Pengecekan ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah potensi kecurangan," terangnya.
Baca juga: Dapat Pusat UTBK di UNJ, Cermati 3 Hal Berikut
Berdasarkan hasil monitoring, Unhas mengidentifikasi beberapa poin strategis yang perlu ditingkatkan sebelum hari pelaksanaan, di antaranya optimalisasi CCTV di titik-titik krusial.
Lebih lanjut, penguatan stabilitas dan redundansi jaringan, serta penyesuaian teknis terhadap perangkat pendukung juga menjadi bagian dari catatan evaluatif.
Aspek ini dinilai penting guna memastikan seluruh pelaksanaan ujian berjalan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan serta mendukung kelancaran proses secara menyeluruh.
Ruslin menekankan bahwa kesiapan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan sistem pengawasan yang ketat.
“Kami ingin memastikan seluruh ruangan ujian benar-benar siap, baik dari sisi perangkat, jaringan, maupun sistem pengawasannya,” lanjutnya.
Selain aspek teknis, Unhas juga melakukan kebijakan rasionalisasi lokasi dan ruang ujian. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi peserta lebih proporsional dan kapasitas ruangan digunakan secara optimal.
Baca juga: Tata Tertib Sebelum, Saat, dan Sesudah UTBK 2026 di UM
Upaya ini dilakukan demi menjaga standar integritas pelaksanaan ujian nasional agar tetap berkualitas.
“Pemeriksaan ini mencerminkan kesiapan Unhas. Kami memastikan seluruh aspek, mulai dari infrastruktur, sistem teknologi, hingga pengawasan, telah berjalan sesuai standar guna menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan ujian,” tegasnya.
“Dengan persiapan yang matang, kami berharap pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Unhas dapat berjalan lancar, tertib, dan bebas dari kecurangan,” tutupnya.