Suasana ujian komputer di salah satu ruang ujian Universitas Andalas, Padang.
PADANG, KOMPAS.com — Universitas Andalas (Unand) menyiapkan pendampingan kesehatan fisik dan mental bagi peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes ( UTBK-SNBT) 2026.
Layanan ini dihadirkan untuk memastikan peserta dapat mengikuti ujian dalam kondisi optimal tanpa terganggu masalah kesehatan maupun tekanan psikologis.
Koordinator Pelaksana UTBK Unand, Mahdhivan Syafwan, mengatakan tim kesehatan disiagakan dan berpatroli ke seluruh ruang ujian selama pelaksanaan berlangsung.
“Kita ada tim kesehatan yang standby dan mobile ke seluruh ruangan. Kalau ada peserta yang sakit, pengawas akan langsung menghubungi posko agar tim kesehatan segera turun membantu,” ujar Mahdhivan, Senin (20/4/2026).
Baca juga: 20.000 Peserta Jalani UTBK, Unesa Pastikan Jaringan Stabil
Mahdhivan menjelaskan, peran tim kesehatan tidak hanya terbatas pada penanganan medis.
Peserta yang mengalami gugup berlebihan atau kurang percaya diri juga akan mendapatkan pendampingan secara psikologis.
“Tidak hanya fisik, tapi juga psikis. Jangan sampai peserta karena gugup atau tidak percaya diri, akhirnya tidak bisa mengerjakan ujian dengan maksimal,” katanya.
Sebanyak sembilan tenaga kesehatan disiagakan setiap hari selama UTBK berlangsung.
Selain itu, panitia juga menyiapkan enam tim monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan sesuai prosedur.
Baca juga: Doa Belajar UTBK: Rahasia Cepat Paham dan Ingat Materi Lebih Lama
UTBK-SNBT di Unand digelar selama enam hari, mulai 21 hingga 26 April 2026, dengan total 12 sesi ujian.
Sebanyak 14.315 peserta tercatat mengikuti ujian, termasuk 11 peserta disabilitas.
Pelaksanaan ujian tersebar di 13 lokasi yang mencakup fakultas, perpustakaan, dan laboratorium komputer, dengan total 59 ruangan.
Setiap ruangan diisi maksimal 20 peserta.
Selain layanan kesehatan, Unand juga menyediakan dukungan lain seperti layanan antar menggunakan sepeda motor di 10 posko informasi.
Layanan ini membantu peserta yang kesulitan menemukan lokasi ujian atau berisiko terlambat.
Unand turut menyediakan fasilitas hunian sementara berupa rumah susun (rusun) dan asrama bagi peserta maupun keluarga pendamping.
Fasilitas ini menjadi solusi bagi peserta yang ingin menghindari kemacetan menuju kampus, terutama pada pagi hari.
Baca juga: Siswa Diduga Korban Bullying di Padang Lulus SNBP Universitas Andalas, Kini Dirawat di RSJ
Mahdhivan mengimbau peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum ujian.
“Peserta sebaiknya sudah survei lokasi sebelumnya, sarapan sebelum ujian agar tidak drop, dan jangan lupa membawa dokumen wajib seperti kartu peserta dan identitas diri,” ujarnya.
Ia menegaskan, berbagai layanan tersebut merupakan bentuk komitmen Unand dalam memberikan kenyamanan sekaligus memastikan seluruh peserta dapat mengikuti UTBK-SNBT dengan lancar.