Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung kembali menjadi salah satu pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Test (UTBK-SNBT) 2026. Sebanyak 8.247 peserta terdaftar yang akan melaksanakan UTBK, 20 diantaranya merupakan peserta disabilitas.BANDUNG, KOMPAS.com - Mengantisipasi kecurangan saat pelaksanaan UTBK, Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung berupaya dengan mempelajari pola baku yang diindikasikan sebagai cara atau modus praktik joki UTBK.
Meski demikian, ISBI mengaku mengidentifikasi joki UTBK ini cukup menyulitkan. Namun, bukan berarti panitia tidak berupaya.
ISBI yang telah melaksanakan UTBK sejak tahun 2019 ini terus mengevaluasi pengawasan UTBK yang dilaksanakan di kampusnya, salah satunya memperketat pengawasan peserta ujian.
"Kami tahun ini coba identifikasi apa yang terjadi, tetapi di pihak panitia semua kewaspadaan kepada pengawas untuk mengawasi betul-betul, tetapi kami tidak tahu apakah terjadi atau tidak," ucap Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan yang juga Ketua Pelaksana Indra Ridwan, ditemui di ISBI Bandung, Selasa (22/4/2026).
Baca juga: Cegah Aplikasi Ilegal, Untidar Gunakan Sistem Booting Flashdisk di UTBK 2026
Upaya identifikasi pola janggal yang dilakukan para joki ini, kata Indra, misalnya seseorang yang berasal dari luar Kota Bandung yang mendaftarkan UTBK di ISBI Bandung, kemudian memaksimalkan fungsi CCTV untuk mengidentifikasi wajah joki saat sesi ujian, hingga pengawas memfoto para peserta yang mengikuti ujian untuk menganalisis ada atau tidaknya praktik joki.
Meski demikian, panitia pusat telah melakukan upaya pencegahan praktik joki ini dengan mengubah sistem pendaftaran.
Tahun ini para peserta mendaftar sesuai dengan kota.
"Kalau tahun lalu peserta itu bisa langsung menentukan lokasi. Misalnya saya ingin mendaftar dan ingin ujian di ISBI Bandung atau di Unpad. Tetapi kalau tahun sekarang tidak, jadi mereka mendaftar sesuai dengan kota, nanti setelah tanggal tertentu, kemudian oleh panitia pusat dibagi lokasinya sehingga mereka tidak tahu di mana lokasinya," jelasnya.
Pencegahan joki UTBK ini merupakan kolaborasi dari kejelian para pengawas di kelas hingga upaya lainnya.
Baca juga: Menunggu di Parkiran Kampus USU, Doa Kartini untuk Anak yang Kejar Mimpi Jadi Dokter
ISBI Bandung kembali menjadi salah satu pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Test (UTBK-SNBT) 2026.
Sebanyak 8.247 peserta terdaftar yang akan melaksanakan UTBK, 20 di antaranya merupakan peserta disabilitas.
Tahun ini pelaksanaan ujian dilaksanakan di kampus ISBI Bandung dan Universitas Teknologi Bandung (UTB) sebagai mitra.
Sebanyak 18 ruang ujian terdiri dari 10 ruang ISBI dan 8 ruang UTB disediakan yang seluruhnya berkapasitas 8.400 kursi.
Pelaksanaan ujian yang berlangsung 10 hari terhitung sejak tanggal 21-30 April 2026. Setiap harinya pelaksanaan ujian dibagi dua sesi.