Koordinator Pelaksana UTBK Unair 2026 I Made Narsa, Selasa (21/4/2026)
SURABAYA, KOMPAS.com - Terduga joki Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) yang melakukan tes di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur terkonfirmasi tidak berada di lokasi atau tidak hadir.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) merilis temuan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK hari pertama di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN), salah satunya berada di Unair Surabaya.
Diduga, seorang peserta melakukan pemalsuan identitas. Di mana, satu wajah yang sama dengan dua nama berbeda mendaftar UTBK 2026 dan 2025.
Peserta tersebut diduga seorang joki yang menawarkan jasa pengerjaan tes.
Koordinator Pelaksana UTBK Unair, I Made Narsa mengatakan bahwa terduga joki tersebut terdaftar mengikuti ujian di Kampus C Unair Gedung Nani, Ruang Komputasi 2. Tetapi, saat dilakukan pemeriksaan, tidak hadir.
Baca juga: 12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT 2026 di Unsika, Panitia: Jangan Percaya Kelulusan Instan
“Terkait joki yang disebutkan, kami melakukan pemantauan. Misalnya ada satu nama yang disebut ikut di beberapa tahun dan diduga mengikuti ujian di Unair. Namun yang bersangkutan, tidak hadir,” kata Made saat ditemui Kompas.com, Selasa (21/4/2026).
Pihak Unair menduga bahwa terduga pelaku lebih dulu mengetahui identitasnya terungkap setelah Kemendikti Saintek menggelar konferensi pers secara terbuka pada pagi ini. Terlebih, sistem UTBK tahun ini lebih diperketat.
“Apalagi tahun ini peserta tidak bisa memilih universitas, hanya kota. Bisa jadi sebelumnya ia berniat tidak di Unair. Tetapi, karena sistem distribusi pusat, ia justru mendapat lokasi ini,” terangnya.
Lebih lanjut, Made menjelaskan bahwa modus joki yang menggunakan foto sama dengan nama berbeda lebih mudah terdeteksi melalui analisis kemiripan data dari panitia pusat.
Baca juga: Tiga Jam Penentu Mimpi, Kisah Peserta UTBK di UPI Bandung yang Pernah Gagal dan Mencoba Kembali
“Jika pelaku lolos hingga tahap ujian, sebenarnya ada proses verifikasi lanjutan saat registrasi ulang. Pada tahap itu, identitas asli akan dicocokkan sehingga kecurangan berpotensi terbongkar,” bebernya.
Apabila ditemukan potensi kecurangan selama pelaksanaan UTBK di kemudian hari, Unair tidak segan-segan memberikan sanksi tegas.
Sebagai langkah antisipasi, Unair akan memperketat pengawasan dengan melakukan verifikasi langsung pencocokan dokumen dengan wajah peserta.
“Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa peserta yang hadir benar-benar orang yang sesuai dengan identitasnya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Kemendikti Saintek mengungkap dugaan kecurangan di sejumlah kampus.
Di Jawa Timur selain Unair, dugaan kecurangan lainnya juga terjadi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UPN Veteran Jatim, Universitas Negeri Malang