Semangat Rahma Ikuti UTBK, Penyandang Cerebral Palsy yang Bidik Sosiologi Unpad

Kompas.com - 21/04/2026, 19:20 WIB
Rahma Rahayu (20) dan ibundanya Diah Komalasari, hadir di ISBI menunjukan semangatnya ikuti UTBK 2026. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIRahma Rahayu (20) dan ibundanya Diah Komalasari, hadir di ISBI menunjukan semangatnya ikuti UTBK 2026.
Penulis Agie Permadi
|

BANDUNG, KOMPAS.com - Siang itu, suasana terasa berbeda di Kampus Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Ketegangan begitu terasa ketika para peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) tengah menunggu pelaksanaan ujian.

Menariknya, tahun ini ISBI mendapatkan 20 orang peserta UTBK penyandang disabilitas, salah satunya adalah Rahma Rahayu (20).

Dengan langkah yang tak sepenuhnya mudah karena kondisi cerebral palsy yang ia alami, Rahma berjuang, datang bersama ibunda tercinta, Diah Komala (50) yang mendampinginya mengikuti ujian.

Rahma membawa satu tujuan besar, membuka jalan menuju bangku kuliah.

Lulusan SLB Karya Bakti Bandung itu bercita-cita masuk jurusan Sosiologi di Universitas Padjadjaran (Unpad).

Baca juga: 12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT 2026 di Unsika, Panitia: Jangan Percaya Kelulusan Instan

Tentu bukan tanpa alasan, ketertarikannya pada kehidupan sosial tumbuh dari pengalaman pribadinya sebagai penyandang disabilitas.

"Saya suka berinteraksi dengan masyarakat," ujar Rahma singkat dan penuh keyakinan.

Di balik pilihan itu tersimpan tujuan mulia, sang ibu menuturkan bahwa Rahma ingin berperan lebih jauh, bukan hanya sebagai individu yang bertahan, tetapi juga sebagai suara bagi sesama penyandang disabilitas.

"Memang suka berinteraksi dengan masyarakat dan dia melihat kaum disabilitas khususnya, dia ingin memajukan sesama disabilitas untuk mencapai harkatnya mengejar cita-citanya, prestasi gitu. Jadi, dia pengen advokasi juga," kata Diah.

Keyakinan itu bukan sekadar harapan kosong, selama berbulan-bulan, Rahma mempersiapkan diri, belajar untuk menghadapi UTBK.

Optimisme dan semangat yang tinggi tampak tersirat di senyum wajahnya, Rahma siap menghadapi UTBK.

"Yakin banget, berbulan-bulan (belajar) sudah siap," katanya tersenyum optimistis.

Baca juga: Cegah Joki UTBK, ISBI Pelajari Pola hingga Maksimalkan CCTV Identifikasi Pelaku

Bakat Menulis

Bagi Rahma, UTBK bukan satu-satunya pintu menuju masa depan. Ia juga dikenal gemar menulis.

Bahkan, sajak dan puisi yang kerap ia ciptakan beberapa kali dibacakan dalam berbagai acara.

Sang ibu menuturkan, jika pun jalur akademik tak berjalan sesuai rencana, keluarganya percaya bakat itu bisa berkembang.

"Dia penulis buku, dia membuat sajak, kalau ada event dia bacakan sajaknya dan puisinya sendiri. Jadi, kalaupun tidak bisa diterima di pendidikan negeri, dia bisa kembangkan bakatnya," pungkas Diah.

Perjalanan Rahma menuju titik ini juga tak instan.

Ia sempat melewatkan kesempatan setelah lulus dua tahun lalu karena keterbatasan informasi.

Kini, ia kembali mencoba, meraih mimpi yang sempat tertunda.

Baca juga: Terduga Joki UTBK di Unair Surabaya Tidak Hadir saat Ujian

Peserta lainnya, Rifki Syaqi Abdulloh, pemuda asal Setibudi itu datang dengan persiapan yang menurutnya sudah matang.

"Persiapannya insya Allah sudah 90 persen," katanya optimis.

Lulusan Pesantren Albasyriah Cigondewah itu menargetkan UPI dan UIN sebagai tujuan utama, dengan Jurusan Manajemen dan Bahasa Arab di UPI serta Dakwah di UIN.

Baginya, UTBK merupakan langkah penting menuju masa depan yang ia rancang.

Ia berharap ujian saat ini membuka jalan menuju kampus pilihan.

Seperti diketahui peserta yang melaksanakan UTBK di Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung ada sekitar 8.247 peserta terdaftar, dengan 20 di antaranya merupakan peserta disabilitas.

Tahun ini pelaksanaan ujian selama 10 hari terhitung sejak tanggal 21-30 April 2026, setiap harinya pelaksanaan ujian dibagi dua sesi.

Ujian dilaksanakan di kampus ISBI Bandung dan Universitas Teknologi Bandung (UTB) sebagai mitra.

Ada sebanyak 18 ruang ujian terdiri dari 10 ruang ISBI dan 8 ruang UTB yang disediakan, seluruhnya berkapasitas 8.400 kursi.

ISBI juga menyediakan ruang dan fasilitas khusus bagi 20 peserta disabilitas.

Close Ads X