Joki UTBK Tertangkap di Unesa, Bawa Ijazah dan KTP Palsu

Kompas.com - 21/04/2026, 20:18 WIB
Ilustrasi ujian sekolah freepik.com/eugene barminIlustrasi ujian sekolah
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Universitas Negeri Surabaya ( Unesa) menangkap satu orang terduga joki yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Selasa (21/4/2026) di sesi pertama sekitar pukul 06.45-10.30 WIB.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi memastikan, Unesa berhasil mengidentifikasi dan menindaklanjuti dugaan kecurangan tanpa mengganggu kondusivitas ujian peserta lain.

Unesa memastikan proses penanganan dilakukan secara profesional dengan menghormati prosedur yang berlaku.

“Melalui sistem berlapis, panitia menemukan indikasi adanya praktik perjokian yang melibatkan pemalsuan dokumen. Peserta yang bersangkutan tetap mengikuti ujian hingga selesai sebelum kemudian diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Martadi, Selasa.

Baca juga: Terduga Joki UTBK di Unair Surabaya Tidak Hadir saat Ujian

Terduga pelaku joki melakukan pelaksanaan ujian untuk program studi kedokteran. Salah satu program studi yang secara nasional juga dianggap rawan karena tingginya persaingan.

“Kami memang sudah memetakan potensi sejak awal. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, tes pada program studi tertentu memiliki risiko kecurangan yang lebih tinggi. Karena itu, pengawasan kami perketat dan SOP dijalankan secara lebih rinci,” ucapnya.

Baca juga: Cegah Joki UTBK, ISBI Pelajari Pola hingga Maksimalkan CCTV Identifikasi Pelaku

Kronologi dugaan perjokian

Martadi menjelaskan, mulanya saat pemeriksaan awal ditemukan dugaan pemalsuan dokumen kependudukan dan ijazah. Untuk melakukan validitas, tim pengawas menghubungi sekolah yang terkait untuk memperoleh data pembanding.

“Dari hasil penelusuran tersebut, pihak sekolah mengirimkan salinan ijazah asli lengkap dengan identitas dan foto resmi pemiliknya. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa terdapat kesamaan nama antara ijazah asli dan dokumen yang digunakan peserta saat ujian,” terangnya.

Tetapi, saat tim pengawas melakukan pengecekan lebih detail, ada perbedaan foto yang mengindikasi bahwa ijazah yang digunakan untuk ujian bukan asli. Selain itu, dokumen kependudukan yang dibawa terduga pelaku juga palsu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia pusat dan aparat kepolisian untuk menindaklanjuti temuan tersebut,” tegasnya.

Antisipasi kecurangan

Menurut Martadi, adanya temuan kecurangan ini menjadi evaluasi penting karena Unesa akan semakin memperkuat pengawasan selama UTBK berlangsung.

Ada beberapa langkah preventif yang dilakukan seperti pembatasan barang bawaan, penggunaan sistem pengawasan ketat, dan menyediakan sandal khusus untuk mencegah penyelundupan barang.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang adil. Integritas adalah prioritas utama kami dalam menyelenggarakan UTBK ini,” pungkasnya.

 

Close Ads X