Fasilitasi Peserta Disabilitas, ISBI Sediakan Ruangan Khusus dan Pendamping Pembaca Soal UTBK 2026

Kompas.com - 21/04/2026, 20:29 WIB
panitia UTBK Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung tega menjelaskan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Test (UTBK-SNBT) 2026. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIpanitia UTBK Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung tega menjelaskan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Test (UTBK-SNBT) 2026.
Penulis Agie Permadi
|

BANDUNG, KOMPAS.com - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung kembali menjadi salah satu pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Test ( UTBK-SNBT) 2026. 

Sebanyak 8.247 peserta terdaftar yang akan melaksanakan UTBK, 20 di antaranya merupakan peserta disabilitas.

 

Tahun ini, ujian dilaksanakan di kampus ISBI Bandung dan Universitas Teknologi Bandung (UTB) sebagai mitra.

 

Sebanyak 18 ruang ujian terdiri dari 10 ruang ISBI dan 8 ruang UTB disediakan yang seluruhnya berkapasitas 8.400 kursi.

 

Pelaksanaan ujian berlangsung 10 hari, yakni tanggal 21-30 April 2026.

Setiap harinya, pelaksanaan ujian dibagi dua sesi.

 

Baca juga: ISBI Bandung Soroti Krisis Kreativitas Imbas Dominasi STEM di Pendidikan Tinggi

 

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan yang juga Ketua Pelaksana, Indra Ridwan menyampaikan bahwa pelaksanaan UTBK tahun ini sesuai dengan Prosedur Operasional Baku (POB) UTBK 2025.

 

Dari ribuan peserta ujian, ada 20 peserta disabilitas yang melaksanakan ujian di Kampus ISBI. Mereka terdiri dari 13 peserta tunarungu dan 7 tunadaksa.

 

"Jadi, disabilitas itu macam-macam tipenya, dari 20 yang ujian di ISBI Bandung, kita coba identifikasi disabilitasnya, misalnya dengar atau tunarungu dan lain sebagainya," kata Indra ditemui di Kampus ISBI Bandung, Selasa (22/4/2026).

 

Identifikasi ini penting dilakukan untuk mengetahui pelayanan yang akan diberikan bagi peserta disabilitas.

 

Setelah mengelompokkan, pihak kampus menyediakan ruangan khusus dan fasilitas tertentu yang bisa memfasilitasi peserta disabilitas.

 

Indra menyebut bahwa kenyamanan dan ketertiban peserta menjadi prioritas, sehingga mereka dapat mengerjakan ujian dengan baik.

 

"Ada ruangan khusus ya, ada yang hanya untuk menangani dua orang dengan tipe dari disabilitas tertentu, ada yang hanya untuk satu orang dan ada untuk yang sisanya," ucapnya.

 

Baca juga: Semangat Rahma Ikuti UTBK, Penyandang Cerebral Palsy yang Bidik Sosiologi Unpad

 

Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT Redhiana Langen Tresna mengatakan bahwa ada 20 peserta disabilitas yang melaksanakan ujian di Kampus ISBI.

 

Sebanyak tiga di antaraya menggunakan kursi roda. Salah satunya merupakan tunadaksa yang memiliki kebutuhan khusus mengerjakan ujian dengan pendampingan saat ujian berlangsung.

 

"Salah satu permintaan peserta tersebut, dia bisa melaksanakan ujian kalau di bacakan soalnya," ucapnya.

 

ISBI juga menyiapkan ruanga khusus bagi peserta menggunakan kursi roda tersebut, dan ruangan khusus yang terpisah bagi peserta disabilitas yang membutuhkan pendamping untuk membacakan soalnya.

 

"Untuk ruangan masuk, kami siapkan ruangan khusus ujian kursi roda dan ujian untuk peserta yang menggunakan kaki," ucapnya.

 

Sementara itu, Koordinator TIK Ikhsan Pratama Haskara Maulana mengatakan bahwa tahun ini ada penggunaan sistem berbeda, yakni UTBK OS.

 

"Tahun ini tim pelaksanan di nahkodai Unpad membuat suatu sistem yang disebut UTBK OS sehingga awal tahap, Januari kita survei untuk perangkat dimiliki ISBI Bandung, apakah kompatibel atau tidak untuk UTBK OS," ucapnya.

 

Baca juga: Tiga Jam Penentu Mimpi, Kisah Peserta UTBK di UPI Bandung yang Pernah Gagal dan Mencoba Kembali

 

Ia menyebut, sistem ini memiliki banyak keuntungan karena tak dapat ditembus oleh aplikasi-aplikasi yang digunakan untuk mengganggu ujian.

 

"Kalau tahun lalu masih ada kejadian memang terjadi seperti adanya penggunaan aplikasi remote. Tahun ini tak bisa dilakukan, aplikasi tahun ini tak dapat menerima input di luar sistem OS itu," kata dia.

 

"Kemudian selain UTB OS ini dari sisi sistem pendaftaran pun terjadi perbedaan yang sangat signifikan sehingga akan mencegah kejadian yang merugikan peserta," ujar dia.

Close Ads X