Kasus Joki UTBK 2026 di Unesa Kini Diusut Polisi, Motif dan Modus Didalami

Kompas.com - 22/04/2026, 13:18 WIB
Ilustrasi UTBK. Freepik. Ilustrasi UTBK.

SURABAYA, KOMPAS.com - Kasus dugaan joki Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) 2026 di Universitas Negeri Surabaya ( Unesa) kini ditangani oleh kepolisian.

Satu orang terduga pelaku telah dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto mengatakan, kasus joki UTBK 2026 yang diungkap Unesa telah dilimpahkan dan sedang ditangani oleh penyidik.

"Benar. Kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya," ujar AKP Hadi Ismanto, Rabu (22/4/2026), dilansir SURYA.co.id.

Baca juga: UPN Veteran Jatim Tangkap Terduga Joki UTBK 2026, Modus Datang Terlambat

Sejauh ini, penyidik masih mendalami motif serta modus operandi yang dilakukan oleh terduga pelaku.

“Mohon waktu masih proses. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” tandasnya.

Bawa Ijazah dan KTP Palsu

Sebelumnya, dugaan praktik joki UTBK 2026 diungkap oleh Unesa yang menemukan keanehan dalam proses ujian untuk program studi kedokteran.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof Dr Martadi M.Sn. menjelaskan, pihaknya menemukan dugaan pemalsuan dokumen kepundudukan dan ijazah saat pemeriksaan awal.

Baca juga: Joki UTBK 2026 Terungkap: Unesa Amankan Pelaku, Unair dan UPNVJT Temukan Modus Serupa

Kemudian, tim pengawas menghubungi sekolah yang terkait untuk memperoleh salinan ijazah asli dengan identitas serta foto resmi ebagai bagian dari verifikasi.

"Hasil verifikasi menunjukkan bahwa terdapat kesamaan nama antara ijazah asli dan dokumen yang digunakan peserta saat ujian,” terangnya, Selasa (21/4/2026), dilansir dari Kompas.com.

Namun, saat tim pengawas melakukan pengecekan lebih detail, ada perbedaan foto yang mengindikasi bahwa ijazah yang digunakan untuk ujian bukan asli. Selain itu, dokumen kependudukan yang dibawa terduga pelaku juga palsu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia pusat dan aparat kepolisian untuk menindaklanjuti temuan tersebut,” tegasnya.

Close Ads X