Canggih! ITS Pasang AI "Pemburu" Joki UTBK 2026

Kompas.com - 22/04/2026, 13:40 WIB
Suasana peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). KOMPAS.com/AZWA SAFRINASuasana peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Penulis Azwa Safrina
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Sejumlah persiapan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) hari pertama di Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) dilakukan, termasuk pencegahan kecurangan atau joki pada saat ujian.

Rektor ITS, Bambang Pramujati mengatakan sampai pelaksanaan UTBK hari ini, Rabu (22/4/2026) belum ditemukan peserta yang melakukan kecurangan seperti calo maupun joki.

Namun, sebagai langkah pencegahan, pihaknya menggunakan AI face recognition yang dilakukan sejak pendaftaran ulang untuk mencocokkan antara wajah peserta dengan foto di kartu ujian.

Baca juga: Kasus Joki UTBK 2026 di Unesa Kini Diusut Polisi, Motif dan Modus Didalami

“Karena itu juga bisa menjadi celah bahwa yang daftar ulang nanti bukan orang yang ikut ujian, misalnya mirip atau data waktu itu dirubah, diatur, kita enggak tahu,” tuturnya.

“Sehingga itu semua kita lakukan menggunakan AI untuk face recognition dan mengenali data-data yang dari awal sudah di-upload supaya itu memastikan orang yang sama,” imbuhnya.

Selain itu, juga dilakukan screening metal detector pada setiap peserta yang akan memasuki ruangan.

“Misalnya yang putri biasanya pakai hijab apalagi itu dicek semuanya, telinga, kacamata karena sekarang banyak kacamata yang digunakan sebagai kamera, alat komunikasi. Semoga saja tidak ada tidak ada kecurangan yang dilakukan,” terangnya.

Baca juga: Pakai Alat di Telinga, Peserta UTBK di Undip Semarang Diserahkan ke Polisi

Namun, apabila kecurangan memang terjadi, maka pihaknya akan mengikuti sesuai prosedur yang berlaku.

“Kita mesti akan BAP (Berita Acara Pemeriksaan), kemudian kita akan laporkan ke pusat dan itu kalau itu misalnya joki ya. Kalau memang standarnya di pusat itu harus ke aparat kita tentunya akan lakukan ke sana,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan joki sangat merugikan peserta lain yang telah mempersiapkan diri untuk ujian.

“Saya rasa kita harus mencegah joki terjadi, agar berlangsung secara fair dan kita memiliki kesempatan paling yang sama pada semua peserta,” ucapnya.

Ia menerangkan, pelaksanaan UTBK SNBT tahun ini berlangsung mulai 22-29 April 2026 di 48 titik tempat ujian yang telah disediakan.

Baca juga: UPN Veteran Jatim Tangkap Terduga Joki UTBK 2026, Modus Datang Terlambat

Dengan sebanyak 12.586 peserta yang mendaftar dan diperkirakan ada 1.022 peserta per harinya.

“Kalau hari ini ada 38 peserta yang tidak hadir dari 1.022 peserta yang mendaftar,” sebutnya.

Dengan adanya penambahan dua server dibandingkan tahun sebelumnya untuk menunjang kelancaran dalam proses update jawaban peserta.

“Kemudian nanti proses update jawaban dari Pusat juga bisa berlangsung dengan lancar. Tadi kita semua sudah melihat, semua berjalan alhamdulillah masih berjalan, semoga saja berjalan dengan baik sampai selesai proses itu di 48 lokasi yang saat ini disiapkan,” jelasnya.

Sebelumnya, ITS juga telah dilakukan trial and error beberapa kali terkait server dan jaringan internet untuk pelaksanaan UTBK.

“Hari ini ada hanya sekitar 6.000 yang siswa ataupun yang mengakses internet, biasanya setiap hari 11.000, karena kebetulan di lokasi-lokasi di mana UTBK dilaksanakan, maka kampus diliburkan, kuliahnya online,” ujarnya.

Baca juga: Heni Siti, Lebih Tegang Dibanding Anaknya yang Ikut UTBK-SNBT 2026

“Sehingga harapannya dengan online ya mengurangi jumlah orang yang masuk ke jaringan, dan kita memang sudah pastikan jaringan itu insyaallah aman,” tambahnya.

Meski saat ini juga tengah dilakukan beberapa pembangunan, pihaknya juga memastikan tidak akan sampai mengganggu pelaksanaan ujian.

“Kita juga pastikan tidak ada proses pekerjaan yang harus menggali tanah atau apa sehingga jangan sampai nanti tiba-tiba ada kabel yang tergali atau apa dan sebagainya,” terangnya.

Untuk ke depannya, ia menerangkan akan lebih meningkatkan layanan untuk para peserta yang hadir.

Misalnya dengan membuka jam kantin lebih awal untuk disediakan kepada para peserta yang belum sempat sarapan.

“Nah, kami tadi menyampaikan ke teman-teman apakah kantin bisa buka lebih awal sehingga yang datang pagi, mereka bisa sarapan dulu di kantin atau ada yang jual nasi bungkus,” tutupnya.

Close Ads X