Kisah Peserta UTBK SNBT 2026: Lestari Rela Merantau demi Lolos Kedokteran Gigi

Kompas.com - 22/04/2026, 20:20 WIB
Lestari Siahaan (18) saat diwawancarai di Pendopo Pancasila Universitas Sumatera Utara (USU) di Kota Medan pada Selasa (21/4/2026). KOMPAS.com/GOKLAS WISELY Lestari Siahaan (18) saat diwawancarai di Pendopo Pancasila Universitas Sumatera Utara (USU) di Kota Medan pada Selasa (21/4/2026).

MEDAN, KOMPAS.com - Lestari Siahaan mengikuti sejumlah tes masuk ke bangku perkuliahan demi menggapai mimpinya menjadi seorang dokter.

Pelajar usia 18 tahun ini pun menjadi satu dari ribuan peserta yang mengikuti tes UTBK SNBT di Universitas Sumatera Utara (USU).

Pagi itu, Lestari sedang berbincang ria bersama adik perempuan ayahnya, Udur Siahaan (46), di Pendopo Pancasila USU, pada Selasa (21/4/2026).

Sudah sejak pukul sembilan dia tiba untuk mengikuti ujian.

“Semalam dikabari jam sembilan tesnya. Rupanya jam dua belas,” kata Lestari duduk di pojok pendopo mengenakan kemeja putih dengan rok hitam.

Baca juga: Joki UTBK Terungkap, Kampus-kampus di Surabaya Perketat Pengawasan

Di sela waktu ini, ia memanfaatkan waktu untuk merilekskan pikiran agar dapat menuntaskan soal ujian dengan tenang.

Lestari berasal dari Kecamatan Tampahan, Kota Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Dia berangkat dari kampungnya sendirian menaiki travel dan tinggal sementara di kediaman Udur di Perumahan Griya 2 Martubung sejak Kamis (16/4/2026).

Anak sulung dari empat bersaudara ini mencoba mandiri karena orangtuanya harus tetap bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Ibu kerja sebagai guru, kalau bapak kepala desa,” ucap Lestari.

Sebelum tamat dari SMAN 2 Balige, Lestari sudah berkeinginan kuat menjadi dokter, khususnya dokter gigi.

Untuk menggapai itu, sewaktu duduk di bangku tiga SMA, dia sudah mengikuti kursus agar dapat lolos dari sejumlah tes menuju perguruan tinggi.

Lestari berencana mengikuti beberapa tes ujian masuk kampus.

Baca juga: Peserta UTBK Undip Curang, Berujung ke Dokter THT lalu Diserahkan ke Polisi

Sejauh ini, Lestari telah mengikuti tes seleksi masuk Universitas Pertahanan (UNHAN) dengan mengambil jurusan Kedokteran Gigi Militer.

Untuk SNBT, Lestari mengambil dua kampus yang favorit di sekolahnya, yakni Universitas Indonesia Jurusan Kedokteran Gigi dan Universitas Gadjah Mada Ilmu Manajemen.

Lestari sudah sejak lama ingin menjadi dokter.

“Cita-cita awal memang mau jadi dokter. Cuma kalau dokter aja lama sekolahnya jadi langsung spesifik ke dokter gigi aja,” ucap Lestari.

Setelah tes, ia berencana lekas balik ke kampungnya sembari menunggu hasil ujian.

Ia berharap tesnya yang di jalaninya dapat berbuah manis, menjadi kado terbaik baginya di tahun ini sekaligus membuat orangtuanya bangga.

Berbeda dengan Lestari, Illiyin Syahpitri (17) mengikuti sesi pertama tes SNBT.

Dia diberangkat bersama keluarga besarnya menggunakan mobil dari kediamannya di Pasar 10, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Sejak pukul sembilan, Illiyin sudah masuk ke ruangan berbilik di Fakultas Ilmu Komunikasi-Teknologi Informasi USU untuk mengikuti tes.

 

Dewi (38), ibu Illiyin pun menunggu anak pertamanya selesai mengikuti tes dengan duduk di kantin bersama mama dan saudara dari keluarga suaminya.

“Anak ambil Jurusan Kedokteran Gigi di Universitas Andalas dan Universitas Syiah Kuala Aceh,” ucap Dewi yang bekerja sebagai pedagang tabung gas elpiji dan suaminya seorang pengembang.

Ia menyampaikan, anaknya tamatan dari pondok pesantren di Payakumbuh.

Sejak kelas dua SMA, Illiyin sudah mulai berpikir setelah tamat hendak kuliah di jurusan kedokteran gigi.

Baca juga: Unesa Ungkap Identitas Pelaku Joki UTBK, Diduga Jaringan Sindikat Nasional

Keinginan itu muncul ketika Illiyin sedang memasang behel.

“Jadi waktu dia sedang pasang behel terus dia tertarik jadi dokter gigi. Dicari tahunya lah prospek kerjanya dan itu menjanjikan,” ucapnya.

Ibu dari tiga anak ini sangat berharap anak sulungnya ini dapat kuliah.

Sebab, Dewi ingin anak-anaknya dapat menempuh pendidikan di atas dirinya dan Illiyin dapat menjadi inspirasi dari adik-adiknya.

“Makanya kemarin itu saya bantu juga cari kampusnya. Nah, kalau di USU itu saingannya berat. Itu dilihat dari kuota dan score di website. Jadi ke dua kampus itu lah, karena lebih besar peluang lolosnya,” kata dia. 

Close Ads X