Apakah Nilai UTBK 500 Bisa Lolos Masuk PTN 2026?

Kompas.com - 23/04/2026, 16:16 WIB
Ilustrasi UTBK SNBT di Pusat UTBK ITB. Ilustrasi UTBK SNBT di Pusat UTBK ITB.

KOMPAS.com - Calon mahasiswa baru tahun 2026 mulai mempertanyakan ambang batas aman skor UTBK SNBT (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) agar bisa lolos PTN ( perguruan tinggi negeri) incarannya.

Dengan perolehan nilai UTBK 500, banyak peserta merasa cemas apakah angka tersebut cukup kompetitif untuk mengamankan kursi di PTN favorit atau justru berada di zona tidak aman.

Apakah bisa nilai segitu lolos PTN 2026?

Pada akhirnya, banyak peserta yang berusaha mati-matian belajar supaya dapat nilai UTBK 500 atau di atasnya.

Baca juga: Unhas Pasang Jammer Selama UTBK 2026 Berlangsung

Meski ada prediksi nilai dari bimbel (bimbingan belajar) yang menyebutkan batas nilai aman, sebetulnya tak ada patokan khusus apakah nilai UTBK 500 bisa lolos PTN 2026.

Dari tahun ke tahun, panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mengumumkan hasil UTBK SNBT.

Berdasarkan data tiga tahun terakhir, nilai UTBK yang diumumkan adalah nilai UTBK tertinggi dan terendah se-Indonesia.

Bukan nilai minimal masuk PTN tujuan. Sehingga apakah nilai UTBK 500 bisa aman atau tidak, itu tergantung pada prodi pilihahmu.

Mekanisme nilai UTBK bisa berhasil lolos PTN

Nillai UTBK SNBT walau hanya 500, bisa saja lolos. Sebab, masing-masing prodi memiliki nilai akhir yang berbeda.

Nilai UTBK yang disebut passing grade dan bersliweran di media sosial, sebetulnya bukan berasal dari PTN. Jadi bukan informasi resmi tim SNPMB.

Penilaian UTBK SNBT 2026 murni berdasarkan skor.

Ketua tim penanggung jawab SNPMB, Prof Eduart Wolok menjelaskan, sudah tak ada lagi sistem passing grade atau ambang batas bawah nilai.

Baca juga: Jakarta Mati Lampu, UNJ Jelaskan soal Pelaksanaan UTBK 2026 yang Tersendat

Sehingga peserta akan dirangking dan diambil 30 persen teratas dari masing-masing prodi.

"Jadi apakah tahun ini dan tahun kemarin, atau tahun depan, nilai peserta stabil dan sebagainya, kami tidak bisa pastikan. Karena itu tergantung dengan kemampuan dari yang mengambil prodi tersebut," tutur Eduart dalam Konferensi Pers Pengumuman UTBK 2025, dilansir dari Youtube SNPMB, Kamis (23/4/2026).

Mengapa tak ada passing grade? Karena untuk mengurangi beban calon mahasiswa. Dengan begitu peserta bisa fokus meraih nilai setinggi-tingginya di program studi yang dipilih dan tidak bersaing dengan peserta dari lintas program studi.

Seperti contoh pada tahun 2025, nilai tertinggi jenjang sarjana mencapai 819,85 dan nilai minimum 200,00 dengan rata-rata nilai 545,78.

Baca juga: 8.000 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikut Ujian di Itera, Tersedia Makanan Gratis

Jadi nilai UTBK 500 pun bisa saja lolos tergantung prodi pilihan. Jika prodimu ketat dan daya tampungnya besar, cobalah berusaha sampai nilaimu tinggi.

Lalu nilai tertinggi untuk jenjang D4 mencapai 774,38 dan terendah 284,16 dengan rata-rata 541,47.

Nilai tertinggi jenjang D3, nilai tertinggi mencapai 731,21 dan terendah 293,92 dengan rata-rata nilai peserta 529,39.

Ilustrasi peserta UTBK SNBT 2026.Dok. Humas UNAIR Ilustrasi peserta UTBK SNBT 2026.

Data nilai UTBK beberapa tahun terakhir

Berdasarkan data terakhir, nilai UTBK memiliki angka fluktuatif. Ini datanya:

Nilai rata-rata UTBK SNBT 2023 tertinggi

Jenjang S1

ITB mendapatkan posisi nomor 1 sebagai kampus dengan rata-rata nilai tertinggi selama SNBT 2023.

Nilai tertinggi ini mencapai 694,40 untuk jenjang S1.

Sementara rata-rata nilai tertinggi vokasi ialah Universitas Gadjah Mada (UGM) D4, dengan raihan 643,84. Ini rincian nilai rata-rata UTBK di tahun 2023:

  • Institut Teknologi Bandung (ITB): 694,40
  • Universitas Indonesia (UI): 684,29
  • Universitas Gadjah Mada (UGM): 681,61
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): 656,70
  • Universitas Airlangga (Unair): 648,92
  • Universitas Diponegoro (Undip): 639,45
  • Universitas Padjadjaran (Unpad): 632,21
  • IPB University: 630,02
  • Universitas Sebelas Maret (UNS): 624,75
  • UPN Veteran Jakarta: 622,52
  • Universitas Brawijaya (UB): 622,18
  • UPN Veteran Yogyakarta: 615,83
  • Universitas Negeri Yogyakarta (UNY): 607,48
  • Universitas Jendera Soedirman (Unsoed): 606,70
  • Universitas Sumatera Utara (USU): 590,25
  • UPN Veteran Jawa Timur: 590,22
  • Universitas Negeri Jakarta (UNJ): 587,26
  • Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta: 587,03
  • Universitas Negeri Semarang (Unnes): 585,16
  • Universitas Udayana (Unud): 583,01

Jenjang vokasi

Untuk jenjang vokasi, rata-rata masih didominasi oleh PTN akademik. Sementara untuk politeknik, ada enam politeknik yang punya nilai UTBK SNBT tertinggi. Ini daftarnya:

  • Universitas Gadjah Mada (UGM), D4: 643,84
  • Universitas Indonesia (UI), D4: 627,42
  • Universitas Sebelas Maret (UNS), D4: 621,22
  • Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), D4: 606,46
  • Universitas Airlangga (UNS), D4: 594,66
  • Universitas Indonesia (UI), D3: 593,67
  • Politeknik Negeri Bandung (Polban), D4: 593,36
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), D4: 590,22
  • Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), D4: 588,10
  • Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), D4: 583,07
  • IPB University, D4: 582,48
  • Universitas Sebelas Maret (UNS), D3: 575,03
  • Universitas Negeri Semarang (Unnes), D3: 574,46
  • Universitas Diponegoro (Undip), D4: 573,95
  • Universitas Negeri Jakarta (UNJ), D4: 573,33
  • Politeknik Negeri Malang (Polinema), D4: 563,83
  • Universitas Brawijaya (UB), D4: 563,46
  • Politeknik Negeri Semarang (Polines), D4: 563,32
  • Politeknik Negeri Bandung (Polban), D3: 561,72
  • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), D4: 561, 29

Nilai rata-rata UTBK SNBT 2024 tertinggi

Pada SNBT 2024, ITB kembali menduduki posisi pertama. Raihan rerata nilai UTBK-nya menjadi 718,73.

UI masuk diposisi kedua, dengan angka 704,83. Sementara posisi akhir, ada Universitas Negeri Malang dengan nilai rata-rata UTBK sebesar 574,53. Berikut rinciannya nilai rata-rata UTBK tertinggi di tahun 2024:

Jenjang S1

  • Institut Teknologi Bandung: 718,73
  • Universitas Indonesia: 704,83
  • Universitas Gadjah Mada: 702,48
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember: 673,47
  • Universitas Airlangga: 655,96
  • Universitas Diponegoro: 653,26
  • Institut Pertanian Bogor: 648,15
  • Universitas Padjadjaran: 645,28
  • UPN Veteran Jakarta: 627,85
  • Universitas Sebelas Maret: 626,25
  • Universitas Brawijaya: 625,61
  • UPN Veteran Yogyakarta: 622,38
  • Universitas Negeri Yogyakarta: 611,84
  • Universitas Sumatera Utara: 599,20
  • Universitas Jenderal Soedirman: 598,13
  • UPN Veteran Jawa Timur: 587,27
  • Universitas Negeri Semarang: 586,94
  • Universitas Negeri Jakarta: 581,74
  • Universitas Udayana: 581,18
  • Universitas Negeri Malang: 574,53


Baca juga: Cegah Joki UTBK 2026, UB Pakai Alat Pendeteksi Earphone

Jenjang vokasi

  • Politeknik Negeri Bandung: 610,03
  • Politeknik Elektronika Negeri Surabaya: 603,64
  • Politeknik Manufaktur Bandung: 591,84
  • Politeknik Negeri Jakarta: 591,84
  • Politeknik Negeri Semarang: 579,92
  • Politeknik Negeri Malang: 556,67
  • Politeknik Maritim Negeri Indonesia: 549,95
  • Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya: 539,66
  • Politeknik Negeri Batam: 539,66
  • Politeknik Negeri Medan: 527,52
  • Politeknik Negeri Padang: 527,47
  • Politeknik Negeri Media Kreatif: 524,32
  • Politeknik Negeri Madiun: 522,26
  • Politeknik Negeri Sriwijaya: 516,24
  • Politeknik Negeri Cilacap: 514,84
  • Politeknik Negeri Bali: 502,81
  • Politeknik Negeri Subang: 502,35
  • Politeknik Negeri Samarinda: 500,59
  • Politeknik Negeri Jember: 493,97
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang: 491,81

 

Close Ads X