Berbekal Software Audio, Peserta Disabilitas Netra Jalani UTBK di Unesa

Kompas.com - 23/04/2026, 20:58 WIB
Shakina Aliya Bilbina, peserta Disabilitas Netra mengikuti UTBK di Unesa, Kamis (23/4/2026) Humas UnesaShakina Aliya Bilbina, peserta Disabilitas Netra mengikuti UTBK di Unesa, Kamis (23/4/2026)
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Shakina Aliya Bilbina menggunakan kacamata hitam dengan rambut halus yang terurai. Ia nampak fokus mendengar setiap ejaan soal yang tersambung dari komputer melalui headphone di telinga.

Shakina tak sendiri, di sampingnya ada pendamping yang siaga membantu keperluannya.

Shakina merupakan salah satu peserta disabilitas netra yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) 2026 di Kampus 2 Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan pada Kamis (23/4/2026). Selain Shakina, ada tiga peserta lain yang juga disabilitas netra.

Baca juga: Peserta UTBK Undip Kedapatan Sembunyikan Alat di Telinga, Ngaku Dapat dari Medsos

Ia telah mempelajari dan mempersiapkan diri jauh sebelum hari ini tiba. Perasaan deg-degan tak mampu ia bendung. Tahun ini, Shakina mencoba mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa Unesa.

“Motivasi saya ingin masuk program studi ini karena ingin membantu anak-anak Tuna Netra lainnya agar bisa membaca braille,” kata Shakina selepas menyelesaikan soal ujian, Kamis.

Pengalaman peserta seperti Shakina menjadi dasar bagi Unesa untuk terus menerapkan mekanisme seleksi yang komprehensif bagi penyandang disabilitas. Unesa menetapkan bahwa seleksi didasarkan pada hasil asesmen yang melibatkan psikolog, tim disabilitas, serta tim akademik.

Baca juga: Modus Joki UTBK 2026 di UM Terungkap, Pelaku Pakai KTP dan Ijazah Palsu

Peserta disabilitas UTBK di Unesa

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi mencatat bahwa tahun ini terdapat enam peserta disabilitas yang mengikuti UTBK. Dua disabilitas rungu dan empat lainnya disabilitas netra.

“Ada pendamping dan instruktur teknis seperti jaringan serta perangkat audio telah disiapkan agar peserta dapat mengerjakan mandiri melalui perintah suara,” kata Martadi.

Di setiap unit komputer UTBK, Unesa menyediakan teknologi asistif, salah satunya berupa perangkat lunak Non Visual Dekstop Access (NVDA). Software tersebut mampu menerjemahkan tampilan visual pada layar menjadi bentuk audio atau suara.

Sementara untuk soal perhitungan, panitia pusat UTBK 2026 menyediakan alat bantu tambahan berupa reglet. Yakni, sebuah alat bantu tulis manual berbentuk plat penjepit (mirip penggaris berlubang) yang digunakan oleh penyandang disabilitas netra untuk menulis huruf braille.

Selain itu, ada perangkat khusus yang juga disediakan berupa kategori low vision dengan fitur pembesaran layar (zoom). Namun, perangkat tersebut tidak digunakan pada sesi ini karena seluruh peserta yang hadir di Unesa merupakan kategori tunanetra total.

“Panitia menerima kiriman perangkat cadangan sebesar 50 persen dari jumlah peserta sebagai antisipasi kendala teknis di lapangan,” kata Koordintor TIK Unesa, I Gusti Lanang Putra Eka Prismana.

 

Close Ads X