Suasana para peserta yang melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).SURABAYA, KOMPAS.com - Pengamat pendidikan menyoroti temuan kasus dugaan praktik perjokian Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes ( UTBK-SNBT) 2026.
Salah satu temuan diungkap oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang telah menangkap satu orang terduga pelaku joki saat pelaksanaan UTBK-SNBT hari pertama pada Selasa (21/4/2026).
Pengamat pendidikan, Doni Koesoema mengatakan, calon mahasiswa yang saat UTBK tidak berintegritas dan curang maka kemampuannya patut dipertanyakan.
"Kecurangan dalam proses seleksi ini membuat kampus tidak tahu kemampuan sesungguhnya dari mahasiswa," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Joki UTBK 2026 Terkuak, Pengamat Soroti Pola Pikir Instan dan Peran Orangtua Peserta
Menurut Doni, apabila hal demikian terjadi, para dosen di kampus nantinya harus memiliki sistem penilaian yang objektif dan otentik agar tidak tertipu mahasiswanya.
Di sisi lain, jika dosen tidak memiliki sistem penilaian yang baik, maka ke depannya kampus berisiko meluluskan mahasiswa yang tidak berkompeten.
"Bila sistem penilaian dari dosen tidak objektif dan otentik, mahasiswa ini juga curang saat ujian, maka ke depan kampus yang akan rugi nama baiknya karena meluluskan alumni yg tidak kompeten," terangnya.
Baca juga: IDI Soroti Bahaya Joki UTBK yang Incar FK: Loloskan Orang Tidak Kompeten
Apalagi jika jurusan yang ditempuh berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, dan hukum, tentu masyarakat luas yang akan merugi.
"Kalau bidang ilmunya menyangkut kesehatan, pendidikan, dan hukum di masyarakat, maka bangsa yang akan dirugikan," tandasnya.
Lanjut Doni, praktik joki UTBK mungkin bisa dicegah agar tak terulang. Caranya, panitia harus lebih jeli dalam mengamankan pelakasanaan UTBK.
Namun, dari sisi calon peserta, praktik joki UTBK tidak bisa sepenuhnya dihilangkan.
"Ini masalah pembentukan karakter individu dan tidak bisa dicegah secara total karena ada kebebasan," katanya.
Baca juga: Modus Joki UTBK 2026 di UM Terungkap, Pelaku Pakai KTP dan Ijazah Palsu
Akan tetapi, menurutnya, sistem pendidikan bisa mengurangi kecenderungan individu melakukan kecurangan.
"Tapi sistem pendidikan bisa mengurangi kecenderungan ini melalui apresiasi pada kejujuran dan integritas, juga sistem yang menumbuhkan integritas