Shakina Aliya Bilbina, peserta Disabilitas Netra mengikuti UTBK di Unesa, Kamis (23/4/2026)
KOMPAS.com - Sejumlah perguruan tinggi menyediakan fasilitas penunjang bagi peserta disabilitas Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026.
Fasilitas tersebut berupa ruangan khusus difabel, alat bantu yang menunjang, hingga layanan pendamping khusus bagi peserta disabilitas UTBK 2026
Dari pantauan Kompas.com, berikut beberapa kampus yang memberikan fasilitas bagi peserta difabel UTBK 2026.
Pada pelaksanaan UTBK 2026, UGM memfasilitasi 15 peserta disabilitas yang mengikuti ujian pada 21-27 April 2026. Dari total 15 peserta tersebut, terdapat 13 peserta yang mengisi formulir asesmen kebutuhan khusus yang terdiri dari 12 peserta tuli dan 1 peserta disabilitas fisik, sementara 2 peserta lainnya tidak butuh pendampingan.
Dalam pelaksaaannya, UGM fokus memfasilitasi peserta disabilitas tuli dan fisik. Sedangkan peserta dengan disabilitas netra dipusatkan di Universitas Negeri Yogyakarta sesuai arahan panitia SNPMB.
UGM menyediakan pendampingan dalam bentuk penerjemah bagi peserta tunarungu selama ujian berlangsung. Pendamping berperan membantu menyampaikan instruksi.
Fasilitas tersebut juga diberikan pada peserta tunanetra meskipun pelaksanaan ujian bertempat di UNY. Satu peserta didamping oleh satu pendamping yang telah melalui proses seleksi oleh Unit Layanan Disabilitas (ULD UGM).
Tercatat, terdapat 4 peserta disabilitas yang mengikuti UTBK di Unpad pada hari pertama. Empat peserta tersebut terdiri dari 2 peserta teman Tuli (sebutan untuk mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran) dan 2 peserta dengan disabilitas fisik.
Dalam pelaksanaannya, Unpad menyediakan pendampingan juru bahasa isyarat (JBI) bagi peserta teman Tuli serta fasilitas penunjang yang ramah disabilitas (barrier-fee).
Selain memberikan fasilitas penunjang bagi peserta difabel, Unpad juga memberikan tempat khusus bagi peserta yang mengalami cedera akibat kecelakaan menjelang pelaksanaan UTBK.
Baca juga: Tak Lolos SNBP, Peserta UTBK SNBT 2026 Ngebut Belajar sampai 12 Jam Sehari
UB mencatat sebanyak 13 peserta difabel yang mengikuti UTBK selama 6 hari, mulai tanggal 21-26 April 2026. Mereka terdiri dari 6 peserta tunarungu, 3 peserta tunadaksa, dan 4 peserta tunanetra.
Pihak UB menyediakan berbagai fasilitas khusus, mulai dari akses ruang ujian yang ramah disabilitas hingga pendamping khusus guna mendukung kelancaran peserta dalam mengerjakan ujian.
Koordinator Pelaksana UTBK UB Arif Hidayat menekankan pada setiap pengawas UTBK untuk memahami karakteristik masing-masing peserta, khususnya peserta difabel yang membutuhkan mekanisme pelaksanaan ujian khusus.
Sebanyak 6 peserta disabilitas yang terdiri dari 3 peserta tunadaksa dan 3 peserta tunarungu mengikuti UTBK di Undip pada Selasa (21/4/2026).
Para peserta difabel ditempatkan di lokasi strategis yang menunjang kebutuhan mereka, di antaranya di Fakultas Hukum yang memiliki infrastruktur lift serta area duduk yang dapat disesuaikan untuk menunjang kebutuhan mobilitas peserta tuna daksa.
Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan UTBK 2026, khususnya bagi peserta difabel, Unej menyiapkan berbagai fasilitas penunjang guna memastikan kenyamanan peserta difabel dalam mengikuti ujian.
Terdapat 3 peserta penyandang disabilitas yang mengikuti UTBK di Unej pada hari pertama pelaksanaan UTBK, Selasa (21/4/2026).
Mereka ditempatkan di salah satu ruangan lantai 3 gedung Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) kampus setempat, yang memiliki fasilitas lift untuk memudahkan peserta berkebutuhan khusus tersebut.
Diketahui, seorang peserta teman Tuli, Carissa Vania Artamevira, menggunakan alat bantu pendengaran miliknya pribadi saat mengikuti UTBK di Unej.
Tercatat, sebanyak 4 peserta disabilitas tunanetra mengikuti UTBK hari ketiga pada sesi pagi di Unesa, Kamis (23/4/2026).
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Martadi merinci bahwa sesi disabilitas di Unesa tahun ini diikuti total 6 peserta. Jumlah tersebut terdiri dari 2 peserta tunarungu pada hari sebelumnya, Rabu (22/4/2026) dan 4 peserta tunanetra.
Unesa menyiapkan ruang khusus serta pendamping. Infrastruktur teknis seperti jaringan dan perangkat audio telah disiapkan agar peserta dapat mengerjakan soal secara mandiri melalui perintah suara.
Tahun ini, terdapat 6 peserta disabilitas yang terdiri dari 3 peserta teman Tuli, 1 peserta tunawicara, dan 2 peserta tunadaksa yang mengikuti UTBK di Unhas pada hari pertama, Selasa (21/4/2026).
Unhas memastikan fasilitas komputer yang digunakan peserta difabel telah dirancang berdasarkan kebutuhan mereka. Sehingga, tidak ada fasilitas pendamping bagi para peserta difabel.
Baca juga: Semangat Hafiyan Fuad, Siswa SLB yang Jalani UTBK, Berambisi Kuliah Teknik Informatika