Cerita Pasha, Penyandang Tunarungu Ikut UTBK 2026 di Unair

Kompas.com - 25/04/2026, 11:30 WIB
Siswa SMAN 16 Surabaya Muhammad Pasha Fawwazdian saat ikut UTBK di Unair, Surabaya, Selasa (21/4/2026) Dokumen UnairSiswa SMAN 16 Surabaya Muhammad Pasha Fawwazdian saat ikut UTBK di Unair, Surabaya, Selasa (21/4/2026)
|

KOMPAS.com - Keterbatasan ternyata tidak jadi alasan bagi para penyandang disabilitas untuk ikut Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026.

Muhammad Pasha Fawwazdian misalnya, penyandang tunarungu dari SMAN 16 Surabaya ini memilih ikut UTBK SNBT 2026 dengan keterbatasannya.

Ia bahkan telah mempersiapkan diri dengan maksimal untuk mengikuti UTBK 2026 di Universitas Airlangga (Unair).

Baca juga: Tunggu 30 Tahun Lanjut S3 Nuklir ITB, Endiah Lulus di Usia 65 Tahun

Soal UTBK 2026 cukup beragam tingkat kesulitannya

Soalnya ada yang sulit dan ada juga yang mudah, tapi insyaallah bisa saya kerjakan,” kata Pasha dikutip dari laman resmi Unair, Sabtu (25/10/2026).

Menurut Pasha, soal UTBK kali ini cukup beragam, mulai dari yang mudah hingga sulit, namun tetap dapat dikerjakan dengan baik.

Pasha memilih Program Studi Psikologi Unair karena ketertarikannya membantu orang lain, terutama dalam hal konseling dan bercita-cita menjadi psikiater di masa depan.

Dukungan keluarga dan teman-teman menjadi kekuatan besar sepanjang perjalanan ini.

Ia juga mengingatkan, bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menghalangi berkembangnya seseorang ke arah yang positif.

Menurut Pasha, keterbatasan harus dijadikan kekuatan untuk bisa menemukan kemampuan diri yang sebenarnya.

Baca juga: Kisah Rasinah Petani yang Antar Cucu Ikut UTBK, Nginapnya di Mobil

Kampus Universitas Airlangga. 25 universitas terbaik di Indonesia versi THE Impact Rankings 2025.unair.ac.id Kampus Universitas Airlangga. 25 universitas terbaik di Indonesia versi THE Impact Rankings 2025.

Sering dibully karena keterbatasannya

Sebagai penyandang disabilitas, Pasha juga sering dirundung atau dibully. Namun hal itu justru ia jadikan kekuatan untuk bisa berkembang menjadi sosok yang lebih baik lagi.

"Pesan saya, disabilitas bukanlah halangan. Jadikan disabilitas sebagai kekuatan dan kelebihan tersendiri. Saya banyak mengalami pembullyan verbal, tapi itu justru membuat saya semakin kuat," jelas Pasha.


Baca juga: Kampus-Kampus ini Beri Layanan Bagi Peserta Disabilitas UTBK 2026

Sekadar informasi, di Unair ada 22 peserta yang tidak memperjuangkan mimpinya untuk masuk perguruan tinggi. Peserta penyandang disabilitas mulai dari tunadaksa hingga tunarungu mengikuti UTBK di Unair pada Selasa (21/4/2026).

Close Ads X