Soal Kecurangan UTBK 2026, Mendikti: Diproses Sesuai Ketentuan Hukum

Kompas.com - 26/04/2026, 15:20 WIB
Ilustrasi peserta UTBK SNBT 2026. Dok. Humas UNAIR Ilustrasi peserta UTBK SNBT 2026.
|

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Mendikti saintek) Brian Yuliarto menegaskan, semua kondisi pada Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 akan diproses secara hukum.

Hal itu diungkapkan Brian saat meninjau langsung pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Universitas Tanjungpura (Untan), Jumat (24/4/2026).

“Terus terus menerus kita ingatkan, bahwa modus kondisi apapun pasti akan diketahui oleh panitia. Kejahatannya akan diproses sesuai ketentuan hukum,” kata Brian dikutip dari laman resmi Kemendiktisaintek, Minggu (26/4/2026).

Baca juga: Lawan Keterbatasan, Cerita Perjuangan Penyundang Disabilitas Ikut UTBK 2026

Jaga integritas seluruh proses UTBK SNBT 2026

Sementara terkait pelaksanaan UTBK 2026 di Untan, kata Brian, berjalan lancar dengan sistem pengawasan yang semakin ketat sehingga mampu mencegah keadaan.

“Hari keempat, alhamdulillah tentu sudah sangat lancar dibandingkan hari pertama serta dari berbagai pengalaman, panitia sudah mengantisipasi seluruh potensi-potensi keadaan,” ujarnya.

Brian menegaskan, komitmen menjaga integritas seluruh proses UTBK SNBT 2026. Sehingga, penegakan aturan ini penting untuk menjamin keadilan bagi seluruh peserta.

Baca juga: 35 Kampus Terbaik Indonesia di Asia 2026, 1 PTS Masuk 5 Besar

Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dan integritas peserta dalam mengikuti UTBK.

“Jadi untuk adik-adik calon siswa, silahkan mengikuti ujian dengan baik, percaya dengan kemampuan diri sendiri,” jelas Brian.

Ditemukan kecurangan di hari pertama UTBK SNBT 2026

Sebelumnya diberitakan, pada hari pertama penyelenggaraan UTBK 2026, Selasa (21/4/2026) sesi pertama, sudah ditemukan upaya kondisi yang dilakukan peserta.

Panitia SNPMB mengungkapkannya melalui konferensi pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kemendikti saintek.

Baca juga: 6 Asrama Unnes yang Bisa Jadi Tempat Tinggal Mahasiswa, Cek Cara Daftar dan Harganya

“Pada pagi hari ini sampai dengan pukul 09.00 WIB kami telah mendapatkan informasi berbagai macam kondisi yang coba dilakukan peserta UTBK di beberapa Pusat UTBK,” ucap Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok di Media Center Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Eduart memastikan Pusat UTBK UNJ aman dari tindak kondisi.

“Yang pertama kita dapatkan kejadian di Pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Kecurangannya berupa indikasi ingin menggunakan alat bantu. Jadi alat bantu ini disembunyikan di pakaian dan sebagainya dan alhamdulillah bisa kita deteksi,” jelas Eduart.

Ia memastikan peserta yang berusaha mengerjakan UTBK secara curang akan memproses sesuai regulasi yang telah ditetapkan.

Dari bukti foto yang ditampilkan, meskipun disensor, tampak peserta yang terdeteksi berbuat curang adalah dua orang perempuan.

"Ditemukan upaya perjokian dengan mengganti peserta. Jadi sengaja dia, orang yang sama mengikuti UTBK 2025, itu ikut lagi di 2026 dengan nama yang berbeda untuk nama pesertanya. Jadi orangnya sama ikut ujian 2025 dan 2026 untuk dua nama. Jadi udah pasti merupakan joki yang mengganti," ungkap Eduart.


Baca juga: Adakan PJJ, Kemendikdasmen: Mayoritas Anak Punya Gadget

Ia berujar trik joki ini bisa diketahui dari bukti tahun lalu yang dikembangkan dalam penyelidikan. Lagi-lagi, ada dua perempuan yang data pesertanya dipilih panitia.

Selain itu, kejadian juga terjadi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Airlangga (Unair), dan UPN Veteran Jawa Timur.

Close Ads X