Kisah Bening, Siswi dari Thailand yang Ikut UTBK di Universitas Brawijaya

Kompas.com - 27/04/2026, 09:56 WIB
Siswi Sekolah Indonesia Bangkok, Thailland bernama Banyu Bening Dwiana (Bening) yang mengikuti UTBK di Universitas Brawijaya pada 25 April 2026. Siswi Sekolah Indonesia Bangkok, Thailland bernama Banyu Bening Dwiana (Bening) yang mengikuti UTBK di Universitas Brawijaya pada 25 April 2026.

KOMPAS.com - Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK), saringan masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Komputer ( SNBT) terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia di mana pun mereka berada.

Salah satunya ialah Banyu Bening Dwiana yang jauh dari Thailand datang ke Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur untuk mengikuti UTBK tahun 2026.

Bening merupakan siswi Sekolah Indonesia Bangkok.

Ia tiba di Malang sepekan sebelum hari ujiannya yang berlangsung pada Sabtu (25/4/2026).
Persiapan UTBK sendiri telah ia jalani sejak Desember 2025.

“Di sekolah, kami sudah diberi bimbingan ekstra setelah pulang sekolah, jadi setiap hari setelah jam 2 atau 3, kami ada bimbel UTBK dengan guru-guru,” ungkap Bening, dikutip dari situs Universitas Brawijaya.

Menurutnya bimbingan dari sekolahnya sangat berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi tes masuk ini.

Baca juga: Lawan Keterbatasan, Cerita Perjuangan Penyandang Disabilitas Ikut UTBK 2026

Alasan Studi di Indonesia

Bening membeberkan alasan ingin kuliah di Indonesia lantaran biaya studi untuk mahasiswa asing di Thailand jauh lebih mahal daripada untuk mahasiswa lokal.

Selain itu ia ingin lebih mengenal budaya, bahasa, dan kehidupan di Indonesia.

Dari pengalaman mengikuti UTBK, kesan pertama Bening tentang kampus tempatnya mengikuti ujian ialah sangat besar dan strategis.

"Saya merasa sangat nyaman mengikuti ujian di sini, dan fasilitas yang diberikan sudah sesuai. Pengawas UTBK juga sangat membantu, dan saya berterima kasih untuk itu,” ujar Bening.

Kepada para teman pelajar yang masih berjuang menuju perkuliahan impian, Bening menitipkan pesan.

“Untuk teman-teman UTBK, kamu sudah berada di sini, kamu telah bekerja dan melakukan yang terbaik. Jadi, persiapkan diri untuk yang terburuk dan juga yang terbaik. Serahkan semua kepada Tuhan, dan dari semua usaha itu pasti ada hasilnya dan tetap semangat!” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Arif Hidayat, S.Kom., M.M., menuturkan pihak berkomitmen memberikan layanan UTBK yang setara tanpa memandang asal negara atau sekolah.

“Perlakuan kami sama untuk semua peserta, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Kami baru memberikan perlakuan khusus jika ada peserta yang memiliki keterbatasan, seperti disabilitas netra. Mereka membutuhkan alat bantu khusus seperti Riglet, yang bisa membacakan soal lewat headset,” jelas Arif.

Baca juga: Soal Kecurangan UTBK 2026, Mendikti: Diproses Sesuai Ketentuan Hukum

Close Ads X