Enam Tahun Merantau, Yosef Kejar Mimpi Masuk IPB lewat UTBK 2026

Kompas.com - 29/04/2026, 08:15 WIB
Yosef Rifaldi Nong Roy, peserta UTBK di IPB University dok. IPB UniversityYosef Rifaldi Nong Roy, peserta UTBK di IPB University


KOMPAS.com - Sederet kisah inspiratif sekaligus mengharukan mewarnai jalannya pelaksanaan UTBK SNBT 2026 (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) di berbagai daerah.

Kali ini, cerita perjuangan datang dari Yosef Rifaldi Nong Roy, peserta UTBK 2026 asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Demi menempuh pendidikan yang lebih baik, Yosef, panggilan akrabnya, telah meninggalkan kampung halamannya sejak usia remaja.

Baca juga: Cerita Peserta UTBK 2026 di IPB, Kaget Soal Beda dari Materi Belajar

Enam tahun di perantauan

Yosef tercatat sudah enam tahun lamanya hidup jauh dari keluarga demi sekolah. Saat ini, ia menetap di asrama sambil menempuh pendidikan di SMA Budi Mulia, Bogor.

“Saya tinggal di Paledang dan di UTBK ini saya memilih Program Studi Akuntansi,” ujar Yosef di sela-sela kegiatannya mengikuti ujian di IPB University, dikutip dari laman IPB, Rabu (29/4/2026).

IPB University menjadi tujuan utama Yosef dalam seleksi tahun ini. Secara spesifik, ia membidik program Sarjana Terapan (D4) Akuntansi.

Terinspirasi dari sosok tante

Keputusannya memilih Jurusan Akuntansi bukan tanpa alasan. Yosef mengaku langkahnya banyak dipengaruhi oleh sosok sang tante yang juga berprofesi sebagai akuntan.

“Saya termotivasi dari tante saya, karena dia juga seorang akuntan. Dia bilang akuntansi itu dibutuhkan di zaman sekarang, peluang kerjanya juga bagus,” tuturnya.

Keinginan mengikuti jejak sang tante itulah yang menjadi bahan bakar semangatnya untuk bisa lolos ke kampus impian dan mendapatkan pekerjaan yang layak di masa depan.

Baca juga: Jadwal Seleksi Mandiri Unud 2026, Bisa Pakai Hasil TKA hingga UTBK

Persiapan singkat

Meski memiliki tekad yang kuat, Yosef tak menampik bahwa perjalanannya menuju bangku kuliah penuh dengan tantangan.

Salah satu kendala terbesar yang ia hadapi adalah waktu persiapan UTBK yang tergolong mepet.

“Mungkin karena persiapannya waktunya singkat, jadi kurang terlalu bisa memahaminya (materi ujian),” akunya jujur.

Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya patah semangat. Dukungan penuh dari orangtua menjadi fondasi kuat bagi Yosef untuk tetap bertahan.

Baginya, enam tahun merantau adalah bagian dari proses pendewasaan dan pengorbanan untuk masa depan yang lebih cerah.

Baca juga: Kisah Bening, Siswi dari Thailand yang Ikut UTBK di Universitas Brawijaya

Logo Institut Pertanian Bogor. 10 universitas terbaik di Jawa barat versi THE IWUR 2026.mesum.ipb.ac.id Logo Institut Pertanian Bogor. 10 universitas terbaik di Jawa barat versi THE IWUR 2026.

Pesan untuk sesama pejuang UTBK

Di tengah ketatnya persaingan memperebutkan kursi perguruan tinggi negeri, Yosef menyelipkan pesan penyemangat bagi rekan-rekan sesama pejuang UTBK-SNBT agar tidak mudah menyerah pada keadaan.

“Jangan cepat menyerah, terus berusaha. Hasil ada di tangan Tuhan, tapi kalau kita mau berusaha pasti bisa,” pesannya menutup pembicaraan.

Ke depan, ia berharap dapat lolos seleksi dan melanjutkan studi di D4 Akuntansi. Ia ingin mendalami ilmu tersebut sebagai bekal untuk meraih pekerjaan yang baik di masa depan.

Close Ads X