Peserta UTBK Untidar Magelang Kedapatan Curang, Pakai Alat Bantu di Telinga

Kompas.com - 29/04/2026, 10:35 WIB
Alat-alat yang dipakai peserta untuk mencurangi UTBK-SNBT di Untidar, Magelang, Rabu (29/4/2026). KOMPAS.com/Egadia BirruAlat-alat yang dipakai peserta untuk mencurangi UTBK-SNBT di Untidar, Magelang, Rabu (29/4/2026).

MAGELANG, KOMPAS.com – Seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes ( UTBK-SNBT) di Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jawa Tengah, melakukan kecurangan. Ia memakai alat bantu pendengaran di telinga.

Praktik culas itu terjadi di Untidar Kampus Sidotopo pada Selasa, 28 April 2026.

Berdasarkan informasi yang didapat Kompas.com, pelaku tindak kecurangan itu adalah perempuan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar Suyitno enggan membeberkan identitas peserta secara spesifik.

Baca juga: Enam Tahun Merantau, Yosef Kejar Mimpi Masuk IPB lewat UTBK 2026

"Yang jelas mengambil jurusan di sebuah perguruan tinggi ternama dan yang bersangkutan tinggal di kota di mana perguruan tinggi itu (berada)," ujarnya di Untidar Kampus Sidotopo, Rabu (29/4/2026).

Suyitno mengungkapkan pengawas UTBK mencurigai peserta yang sering menyentuh telinga kanan sewaktu mengerjakan ujian.

Ia juga beberapa kali kedapatan mengamati gerak-gerik pengawas.

Pengawas, bersama panitia ujian lain, kemudian mendapati peserta memakai alat bantu dengar di telinga kanan.

Selain itu, si peserta juga menyimpan ponsel pintar dan sebuah kotak hitam di balik baju yang sudah dilapisi baju lain.

"Saat pemeriksaan dengan metal detector, yang bersangkutan tidak terdeteksi (membawa alat elektronik)," kata Suyitno.

Peserta itu lantas diminta memberhentikan sementara mengerjakan UTBK. Setelah alat-alat praktik kecurangannya diamankan pengawas, ia diperbolehkan melanjutkan ujian dengan sisa waktu yang ada.

Baca juga: Cerita Peserta UTBK 2026 di IPB, Kaget Soal Beda dari Materi Belajar

Menurut Suyitno, peserta itu berubah-ubah dalam menjelaskan alat-alat untuk berbuat kecurangannya, meski mengakui itu miliknya.

Si peserta juga tidak menjelaskan fungsi alat-alat tersebut.

"Keterangannya mendapat dari seseorang yang dia tidak kenal. Tapi, di waktu lain, mengaku diberikan oleh temannya papa," beber Suyitno.

Ia menambahkan telah membuat berita acara kecurangan untuk dikirimkan ke panitia pusat UTBK. Hasil ujian peserta itu juga diserahkan ke panitia perihal sah atau tidaknya.

Close Ads X