Kecurangan UTBK SNBT 2026: 27 Peserta Pakai Joki, 11 Orang Gunakan Alat Terlarang

Kompas.com - 25/05/2026, 20:15 WIB
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok saat konferensi pers hasil UTBK-SNBT pada Senin (25/5/2026) di Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat. KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUSKetua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok saat konferensi pers hasil UTBK-SNBT pada Senin (25/5/2026) di Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat.

 

KOMPAS.com - Dari pelaksanaan UTBK SNBT 2026 (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) selama 10 hari pada April 2026 lalu terungkap total 38 kasus kecurangan dari para peserta.

Panitia SNPMB mengungkapkan sebanyak 27 peserta menggunakan jasa joki sebagai pengganti.

Adapun dari jumlah tersebut sebanyak tujuh joki sempat hadir ke Pusat UTBK untuk hendak mengikuti ujian.

Sementara ditemukan pula 11 peserta yang menggunakan alat bantu terlarang.

"Khusus untuk kedua pelanggaran ini sanksinya adalah blacklist. Bagi peserta yang mau menggunakan kecurangan itu di-blacklist, tidak dapat diterima pada jalur PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) selanjutnya di PTN manapun," ucap Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok dalam konferensi pers pada Senin (25/5/2026) di Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat.

Baca juga: Pastikan UTBK SNBT 2026 Akuntabel, Panitia SNPMB: Banyak Anak Rektor Tak Lolos

Tidak dapat mengikuti seleksi jalur mandiri

Eduart memastikan daftar 38 nama peserta yang berbuat curang ini akan disebarluaskan ke seluruh perguruan tinggi negeri.

Para pelaku kecurangan itu artinya tidak dapat mengikuti seleksi jalur mandiri di perguruan tinggi negeri manapun, yang akan dimulai sebentar lagi.

Menurut Eduart, perubahan aturan penentuan Pusat UTBK tahun ini yang berbeda dari tahun sebelumnya sangat efektif untuk mendeteksi kecurangan.

Peserta UTBK tahun 2026 tidak dapat menentukan Pusat UTBK (kampus tempat mereka akan melaksanakan ujian).

Mereka hanya dapat memilih kota sedangkan penentuan spesifiknya dilakukan oleh panitia dan baru diumumkan H-10 ujian.

"Nah ini ternyata sangat memengaruhi modus kecurangan yang ingin dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak ingin mengikuti proses SNBT dengan penuh integritas," ungkap Eduart.

Baca juga: 45 Link Mirror Pengumuman UTBK SNBT 2026, Cek Mulai Pukul 15.00 WIB

Mengacak jadwal pelaksanaan

Ia menyebut Panitia SNPMB juga sengaja mengacak jadwal pelaksanaan seleksi untuk prodi-prodi yang menjadi pilihan utama atau berkaca pada terjadinya kecurangan di tahun 2025.

Maka itu pada hari pertama pelaksanaan UTBK SNBT 2026 pada tanggal 21 April, panitia sudah dapat mendeteksi kecurangan dan melakukan konferensi pers.

"Sehingga bisa dikatakan saat ini semua kecurangan yang dilakukan itu bisa dikata semua terdeteksi. Bahkan untuk yang menggunakan joki ini terus berproses penanganannya di aparat yang berwajib," kata Eduart.

"Karena ini tidak hanya melibatkan joki semata, tetapi juga melibatkan kerja sama dengan berbagai macam pihak terkait sehingga kenapa itu bisa terlaksana dengan secara begitu terstruktur dan masif," sambungnya.

Pengumuman hasil UTBK-SNBT telah diumumkan secara nasional pada Senin (25/5/2026) pukul 15.00 WIB.

Dari total 871.496 pendaftar SNBT tahun 2026, peserta UTBK yang dinyatakan lulus sebanyak 256.369 orang.

Ilustrasi peserta UTBK SNBT 2026.Dok. Humas UNAIR Ilustrasi peserta UTBK SNBT 2026.

Kasus pelanggaran

Selain itu ditemukan sejumlah kasus pelanggaran seperti mencontek (9 peserta) dan satu kasus teknisi ruangan ujian yang memfoto soal.

"Juga masih ada peserta yang ingin mengganti-ganti foto dan sebagainya. Kemudian foto yang tidak sesuai. Kemudian dokumen tidak lengkap dan tidak sesuai," ujar Eduart.

Sanksi untuk para pelanggar aturan di UTBK SNBT 2026 ini mendapat sanksi diskualifikasi.

"Tidak diikutkan dalam proses seleksi, jadi tidak akan mendapatkan nilai UTBK," ucapnya.

Baca juga: Ini Link Resmi dan Mirror untuk Cek Pengumuman UTBK SNBT 2026

Namun peserta yang melakukan kecurangan di UTBK SNBT 2026 masih memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi jalur mandiri di perguruan tinggi.

"Masih boleh untuk ikut di mandiri itu dibolehkan karena ini lebih bersifat individual gitu ya," jelas Eduart.

Close Ads X