Belum Lolos UTBK SNBT 2026, Ini Peluang Lain yang Bisa Dimanfaatkan Pendaftar

Kompas.com - 26/05/2026, 16:00 WIB
Cara Melihat Nilai SNBT 2026, Cek Sertifikat UTBK Sebelum Terlambat Tangkapan layar dokumen SNPMB.Cara Melihat Nilai SNBT 2026, Cek Sertifikat UTBK Sebelum Terlambat

KOMPAS.com - Hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes ( UTBK SNBT) 2026 telah diumumkan pada Senin (25/5/2026) pukul 15.00 WIB.

Dari total 871.496 pendaftar, sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lolos seleksi.

Ketua Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Prof. Eduart Wolok, mengatakan daya tampung jalur SNBT tahun ini mencapai 286.864 kursi.

“Yang lolos SNBT sebanyak 256.369 mahasiswa baru jalur SNBT 2026,” ujar Eduart dalam konferensi pers pengumuman SNBT 2026, Senin, dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu, peserta yang lolos program KIP Kuliah melalui jalur SNBT tercatat mencapai 86.118 orang dari total 251.991 pendaftar KIP Kuliah.

Baca juga: 10 Jurusan Paling Diminati di SNBT 2026, D3 Mulai Ramai daripada S1

Bagi peserta yang belum berhasil lolos, peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi sebenarnya masih terbuka lebar.

Salah satu hal yang bisa dimanfaatkan adalah sertifikat UTBK SNBT 2026 yang memuat nilai hasil tes peserta.

Dokumen tersebut dapat diakses baik oleh peserta yang lolos maupun yang tidak lolos SNBT.

Selain digunakan untuk proses daftar ulang mahasiswa yang diterima, sertifikat UTBK juga dapat dimanfaatkan untuk mendaftar jalur mandiri di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, termasuk sekolah kedinasan yang membuka seleksi menggunakan nilai UTBK.

Mendikti: SNBT bukan jalan akhir, kita punya PT berkualitas

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, meminta peserta yang belum lolos UTBK SNBT 2026 untuk tidak berkecil hati.

Menurut Brian, masih banyak jalur lain yang bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Kepada para peserta yang belum lulus melalui jalur SNBT, kami menyampaikan apresiasi karena kerja keras yang telah dilakukan pastinya tidak akan sia-sia,” ujar Brian dalam konferensi pers di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin, dikutip dari Kompas.com.

“Masih banyak jalan lain. Jangan berkecil hati. SNBT bukan jalur akhir untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” lanjutnya.

Brian juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki banyak perguruan tinggi swasta dengan kualitas yang baik dan dapat menjadi alternatif bagi calon mahasiswa.

Ia mendorong peserta untuk tetap melanjutkan pencarian kampus dan program studi yang sesuai dengan minat serta kebutuhan dunia industri ke depan.

“Silakan melanjutkan proses pencarian dan memilih jurusan-jurusan, prodi-prodi yang memang disukai,” katanya.

Baca juga: Cara Melihat Nilai SNBT 2026, Cek Sertifikat UTBK Sebelum Terlambat

Tetap Jadi Bagian Generasi Emas Indonesia

Brian menegaskan, di mana pun para siswa nantinya menempuh pendidikan tinggi, mereka tetap menjadi bagian dari generasi yang akan mengisi kebutuhan sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Menurut dia, yang terpenting adalah semangat belajar dan berusaha tidak berhenti hanya karena gagal di satu jalur seleksi.

“Jangan berhenti belajar, jangan pernah berhenti berusaha, dan jangan berhenti percaya bahwa pendidikan adalah jalan penting untuk membangun masa depan,” ujar alumnus Institut Teknologi Bandung itu.

Di sisi lain, Brian turut mengucapkan selamat kepada peserta yang berhasil lolos SNBT 2026. Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengembangkan diri dan berkontribusi bagi bangsa.

Brian juga menyoroti meningkatnya minat lulusan SMA untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada tahun ini.

Menurut dia, tingkat kehadiran peserta UTBK yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan tinggi semakin besar.

“Keinginan masyarakat untuk mengirimkan putra-putri mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi juga semakin besar,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi Indonesia karena semakin banyak anak muda yang ingin melanjutkan kuliah berarti semakin besar pula peluang menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

(Sumber: KOMPAS.com/Alinda Hardiantoro, Melvina Tionardus | Editor: Mahar Prastiwi)

 

Close Ads X