Universitas Brawijaya (UB) menegaskan kesiapannya dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masuk kampus, pada Mei 2026. KOMPAS.com - Universitas Brawijaya (UB) mengungkap beberapa program studi ( prodi) terpopuler dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026 (Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes).
Data prodi tersebut diungkapkan oleh Koordinator Pelaksanaan UTBK UB Arif Hidayat. Menurut Arief persaingan di UTBK tahun ini lebih ketat dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun lalu, rasio persaingannya adalah 1 banding 13,8. Jadi, rasio persaingannya lebih tinggi sekarang karena jumlah pelamar telah meningkat sekitar 3.000 dibandingkan tahun lalu," kata Arief dikutip dari laman resmi Universitas Brawijaya, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Beasiswa S1 UGM bagi Maba 2026, Bebas UKT 8 Semester dan Biaya Hidup
Pada UTBK SNBT 2026 di Universitas Brawijaya, kata Arief, ada beberapa jurusan populer yang banyak dipilih oleh para calon mahasiswa.
Jurusan terpopuler di klaster Ilmu Sosial dan Humaniora (Soshum):
1. Prodi Hukum berhasil menduduki peringkat pertama sebagai program studi terpopuler.
2. Psikologi
3. Akuntansi
4. Manajemen
5. Administrasi Bisnis.
Jurusan terpopuler di klaster Sains dan Teknologi (Saintek):
1. Prodi Kedokteran tetap menjadi daya tarik utama dan menduduki peringkat teratas
2. Teknik Industri
3. Pendidikan Kedokteran Gigi
4. Teknik Informatika
5. Farmasi.
Ilustrasi mahasiswa Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP).
Arief melanjutkan, berdasarkan rekapitulasi data dari panitia pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), jumlah individu yang mendaftar ke UB mencapai 66.412.
Namun, karena setiap peserta dapat memilih lebih dari satu prodi, maka jumlah total pilihan prodi di Universitas Brawijaya meningkat menjadi 82.613.
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026 Diperpanjang
"Dari 82.613 pilihan program studi, 5.842 diterima sebagai mahasiswa baru," ujarnya.
Melalui kapasitas ini dan jumlah pelamar, tingkat kelulusan di Universitas Brawijaya tahun ini adalah 1:14.
Hal ini berarti setiap pelamar harus mengungguli 14 pesaing lainnya untuk berhasil mendapat tempat di Universitas Brawijaya
"Angka ini menunjukkan peningkatan persaingan yang signifikan dibandingkan tahun lalu. Pada tahun sebelumnya, jumlah pilihan program studi yang diterima di UB adalah 79.000," jelas Arief.
Bagi calon mahasiswa yang diterima, Arief mengingatkan untuk segera melakukan pendaftarkan ulang yang dijadwalkan berlangsung selama dua minggu, dari 26 Mei hingga 9 Juni 2026.
Baca juga: Soal Bahasa Perancis Jadi Mapel Wajib, DPR Usul Diterapkan Bertahap
Ia juga menekankan bahwa dokumen yang diunggah secara daring oleh calon mahasiswa akan menentukan kategori Biaya Kuliah Tunggal (UKT) yang harus dibayarkan.
Status kelulusan baru akan dinyatakan sah atau terdaftar secara resmi setelah mahasiswa membayar UKT.
"Setelah mereka membayar, status mereka terdaftar. Setelah terdaftar, mahasiswa akan menerima Nomor Identifikasi Mahasiswa (NIM), akan diberikan paket mata kuliah semester pertama oleh fakultas, mengikuti PKK Maba (Program Orientasi Mahasiswa Baru), dan memulai studi mereka," pungkas Arief.