Patut Disimak, Ini 7 Perbedaan pada SNMPTN dan SBMPTN-UTBK 2021

Kompas.com - 12/12/2020, 19:02 WIB
Peserta tengah mengerjakan soal SBMPTN 2018 di SMAN 1 Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/5/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniPeserta tengah mengerjakan soal SBMPTN 2018 di SMAN 1 Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/5/2018).

Lanjutnya, dasar LTMPT untuk menentukan kuota sekolah adalah dari akreditasi sekolah dan jumlah siswa kelas paralel (IPA, IPS, atau Bahasa).

Setelah itu, pada tanggal 28 Desember 2020, LTMPT akan mengumumkan secara terbuka kuota masing-masing sekolah di Indonesia untuk mengikuti SNMPTN.

LTMPT juga menyediakan layanan masa sanggah bagi sekolah yang ingin mengoreksi, yaitu paling lambat 15 Januari 2021 pukul 15.00 WIB.

Kemudian, setelah kuota diumumkan pihak LTMPT, sekolah menentukan siapa saja siswa yang bisa mengikuti SNMPTN.

Dia mencontohkan suatu sekolah dapat kuota 40, tapi ada dua siswa ranking atas yang akan bersekolah di luar negeri dan tidak mengambil SNMPTN. Kuotanya tetap 40, tetapi sekolah yang menentukan pengganti dua orang tersebut.

Baca juga: Ramai soal Poster Sosialisasi Daring dari LTMPT, Apa yang Mau Dibahas?

3. Tidak semua membuat akun baru

Untuk mendaftar UTBK juga masih diperlukan akun LTMPT, tak hanya untuk mendaftar SNMPTN saja.

Selain itu, terkait pembuatan akun, dia mengatakan untuk UTBK 2021 tidak perlu membuat akun LTMPT baru jika sebelumnya sudah punya (angkatan 2019/2020).

Siswa yang membuat akun baru adalah mereka yang akan lulus di tahun ajaran 2020/2021 atau saat ini kelas XII.

Adapun, registrasi akun LTMPT dijadwalkan mulai pada 4 Januari 2021 hingga 1 Februari 2021.

Baca juga: 10 Prodi Saintek-Soshum dengan Keketatan Tertinggi di SBMPTN 2020

4. Pilihan program studi bersyarat

Terkait persyaratan sekolah dan ketentuan akreditasi masih sama dengan tahun sebelumnya. Bedanya, pada pilihan program studi.

Page:
Close Ads X