Lain halnya ketika peserta hanya memilih satu prodi, maka peserta bebas memilih prodi di PTN mana pun.
Terakhir, meski memungkinkan untuk dilakukan, mengambil prodi lintas minat disarankan untuk dihindari.
Khususnya bagi siswa dengan konsentrasi sosial (IPS) yang berkeinginan mendaftar di prodi yang diperuntukkan untuk jurusan IPA.
"Ini ada catatan untuk lintas minat, kami wanti-wanti atau memberi pesan kepada adik-adik yang dari sosial atau IPS itu jangan mengambil program studi IPA, karena pengalaman yang sudah-sudah itu banyak yang gagal," kata Budi.
Hal itu bukan berarti mengambil prodi yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan di bangku sekolah dilarang, peserta tetap bisa melakukannya.
Hanya saja, mereka harus mempertimbangkan segala risiko dan konsekuensi yang ada.
Satu hal yang perlu diingat, berhasil atau tidaknya seorang peserta di SNMPTN tergantung pada prodi di masing-masing PTN yang mereka tuju dan bagaimana persaingan yang ada.
"Tetapi kalau adik-adik yang IPA, terus terang dari prodi Akuntansi, Manajemen, Komunikasi, Hubungan Internasional, itu banyak sekali yang dari IPA," lanjut Budi.
Saat dihubungi, Minggu (12/12/2021), Budi menjelaskan bahwa yang disampaikannya berdasarkan pengalamannya etika menjabat sebagai Direktur Akademik di Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Maaf belum ada kasus (IPS berhasil lintas minat di SNMPTN) di UGM dulu, waktu saya jadi Direktur Akademik," kata Budi, Minggu (12/12/2021).
Baca juga: Cara Pendaftaran dan Jadwal SNMPTN 2022