Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D."Jadi generik itu artinya superficial. Jadi kalau misalnya seorang dokter nanti ya dokter umum, dan dokter umum itu bisa menjadi profesi apapun gitu ya. Jadi bukan hanya orang yang praktik," ungkapnya.
Misalnya, dokter ada yang di Puskesmas. Menurutnya seorang dokter juga perlu paham soal manajemen.
Baca juga: Mahasiswa UGM Ciptakan Jaket Pendeteksi Kecelakaan Lalu Lintas
Kemudian ada dokter yang menjadi ahli di keuangan atau health economy. Sehingga bukan hanya belajar tentang dokternya saja tapi juga berhadapan dengan ilmu lain.
"Dia yang berperan sebagai promosi kesehatan, promotor kesehatan. Dia tentunya bukan di situ sebagai dokter tapi dia juga memahami ilmu lain. Komunikasi, bagaimana advokasi publik dan segala macam. Jadi artinya pada level itu, itu memang sifatnya masih generik," ucapnya.
Menurutnya, kebijakan Mendikbudristek Nadiem Makarim terkait pendidikan dasar dan menengah agar tidak terkotak-kotak dan kaku. Tetapi dimungkinkan untuk orang itu dapat belajar hal-hal yang lain.
"Makanya sebelum ada seleksi ini, kemarin kan ada merdeka belajar. Kemungkinan untuk magang dimana-mana. Itu kan itu maksudnya seperti itu. Sebetulnya sama, dosennya pun harus melihat lintas. Jadi tidak hanya silo di tempatnya sendiri, supaya lebih sensitif dan lebih applicable di lapangan dalam menjawab tantangan-tantangan problem di lapangan," tuturnya.
Selain itu, dalam menilai suatu keberhasilan seorang anak itu tidak selalu dikaitan dengan hasil skor akademik yang dapat.
"Jadi dia kemungkinan untuk berhasil melewati rintangan itu seberapa. Makanya yang diambil adalah tes skolastik, bukan matematika berapa, karena itu sangat relatif," tandasnya.
Tes tersebut, lanjut Ova, sangat bagus diterapkan. Sebab orang dituntut untuk berfikir dalam menjawab pertanyaan.
"Saya malah justru bagus banget bahwa dia nanti akan banyak pertanyaannya, adalah pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya kognitif. Kalau misalnya dia tesnya begitu. Kan tesnya banyak kognitif. Jadi pertanyaan logika, pertanyaan yang orang itu harus berpikir, bukan hanya menghapalkan rumus," pungkasnya.