Dalam proses membaca, seorang pembaca tidak hanya berhadapan dengan teks, tetapi juga ia harus mampu menemukan konteks yang melingkungi teks sehingga pemahaman atas bacaan menjadi utuh.
Baca juga: Soal UTBK SNBT 2025 Akan Diacak, Tiap Peserta Berbeda
Konteks teks yang disajikan dalam SNPMB merupakan bidang teks personal dan bidang teks keilmuan yang bervariasi dan familiar dengan pembaca (peserta tes). Bidang teks mencakupi bidang ilmu pengetahuan alam, yang mencakupi sains dan teknologi, dan bidang ilmu pengetahuan sosial dan humaniora.
Berdasarkan isi informasi dan kandungan pengetahuan di dalamnya, teks atau bacaan yang digunakan dapat dipilah ke dalam 4 (empat) kategori, yakni teks umum, teks sastra, teks saintek, dan teks sosial humaniora.
Ada 30 soal Tes Literasi Bahasa Indonesia dengan waktu pengerjaan yang disediakan selama 42,5 menit. Sementara itu, ada 20 soal Tes Literasi Bahasa Inggris dengan waktu pengerjaan yang disediakan selama 20 menit.
Menurut dokumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Kemdikbudristek 2022, penalaran matematika adalah kemampuan individu dalam merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan masalah kuantitatif secara matematis.
Literasi matematika didukung oleh prosedur, fakta, dan alat yang membantu mendeskripsikan serta memprediksi fenomena sehari-hari. Individu dengan penalaran matematika yang baik cenderung mengambil keputusan secara sistematis, analitis, dan logis.
Baca juga: Format dan Jumlah Soal UTBK SNBT 2025, Apa Saja yang Diujikan?
Konten pengukuran penalaran matematika pada UTBK 2025 akan melibatkan empat aspek ukur yaitu: Bilangan, Pengukuran dan Geometri, Data dan Ketidakpastian, dan Aljabar.
Ada 20 soal Penalaran Matematika dengan waktu pengerjaan yang disediakan selama 20 menit.