Ilustrasi kampus Universitas Brawijaya.
KOMPAS.com - Universitas Brawijaya ( UB) memastikan bahwa total kuota mahasiswa baru masih berada pada kisaran 17 ribu orang, angka yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Penerimaan mahasiswa tahun 2026 terdiri dari tiga jalur yakni SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) dan jalur mandiri Universitas Brawijaya atau biasa disebut Seleksi Mandiri UB (SELMA UB).
UB juga kembali menjadi lokasi ujian berbasis komputer untuk SNBT. Ia juga menegaskan bahwa jalur mandiri mencakup International Undergraduate Program (IUP) yang menggunakan bahasa Inggris dan mewajibkan pertukaran mahasiswa ke luar negeri.
Baca juga: 4 Beasiswa Pemerintah untuk Calon Mahasiswa, Bisa Kuliah Gratis dan Dapat Biaya Hidup
Proporsi penerimaan diperkirakan tetap, yakni 20 persen SNBP, 30 persen SNBT, dan maksimal 50 persen jalur mandiri.
UB menargetkan peningkatan peminat, khususnya di Jawa Timur agar menjadikan UB sebagai pilihan pertama.
Kepala Subdit Penerimaan Mahasiswa Aulia Nur Mustaqima menyampaikan bahwa UB membuka 85 program studi.
Termasuk dua prodi baru yaitu Bioinformatika untuk FMIPA dan Industri Peternakan Cerdas untuk FAPET yang masuk jalur SNBT.
Perubahan penting pada aspek keamanan UTBK 2026 dijelaskan oleh Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik Arif Hidayat.
Menurutnya, sistem UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) tahun depan dirancang jauh lebih aman dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga: Cara Sanggah Kuota Sekolah SNBP 2026
Arif mengungkapkan bahwa seluruh komputer peserta kini tidak lagi menggunakan hard disk. Melainkan dijalankan sepenuhnya melalui flash disk khusus yang langsung terhubung ke server pusat UB.