Sistem ini memastikan bahwa tidak ada perangkat lunak lain yang dapat disisipkan ke dalam komputer. Sehingga potensi kecurangan melalui remote access maupun software injection dapat dieliminasi.
“Tahun lalu itu ada beberapa komputer yang diremote dari luar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa insiden seperti itu tidak akan terjadi lagi pada UTBK 2026 karena komputer peserta hanya dapat berfungsi jika terkoneksi ke server pusat.
Arif juga membenarkan bahwa pada UTBK 2025 terdapat dua peserta yang tertangkap melakukan manipulasi sistem, yang digunakan sebagai dasar penguatan regulasi dan teknologi pada tahun berikutnya.
Baca juga: Cerita Wuri, Dosen yang Jadi Inisiator Unit Layanan Disabilitas UGM
Untuk menunjang sistem baru tersebut, UB menambah infrastruktur server. Tahun sebelumnya, 1 server melayani 250 PC.
Tahun 2026 ditargetkan hanya melayani 200 PC guna menjaga stabilitas. UB memiliki 1.600 PC, sehingga diperkirakan membutuhkan 8 server, atau penambahan 3 server baru.
Untuk difabel, Arif memastikan bahwa jalur mandiri untuknya tidak dibatasi kuota.
“Seleksi mandiri disabilitas itu tidak ada kuota khusus. Jadi tidak masuk di perhitungan 50 persen maksimal tadi. Jadi sebanyak mungkin kita merekrut, menjaring pendaftar-pendaftar disabilitas,” tandasnya.
1. SNBP
Jadwal SNBP dimulai 29 Desember 2025 dengan pengumuman kuota sekolah, disusul registrasi 5–26 Januari 2026 dan pengisian PDSS hingga 12 Januari.