Panitia memeriksa peserta UTBK SNBT 2026 di Unsika sebelum masuk ruangan ujian, Selasa (21/4/2026).KARAWANG, KOMPAS.com - Panitia Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026 Universitas Singaperbangsa Karawang ( Unsika) berpesan agar peserta tidak tergiur tawaran kelulusan instan atau praktik curang lainnya.
Diketahui, Unsika menjadi lokasi pelaksanaan UTBK-SNBT 2026.
Berbeda dari tahun sebelumnya, pelaksanaan UTBK tahun ini dilakukan dalam satu gelombang selama 10 hari, dengan total 20 sesi.
Koordinator pelaksana SNBT Unsika 2026, E Haodudin Nurkifli, mengatakan, panitia UTBK Unsika memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan ujian telah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi teknis maupun nonteknis.
Baca juga: Cegah Joki UTBK, ISBI Pelajari Pola hingga Maksimalkan CCTV Identifikasi Pelaku
Kesiapan tersebut meliputi penyediaan perangkat komputer, jaringan internet yang stabil, serta petugas pengawas yang kompeten.
Selain itu, simulasi teknis juga telah dilakukan di masing-masing lokasi guna mengantisipasi potensi kendala selama pelaksanaan ujian.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik, memantau jadwal resmi melalui laman UTBK SNBT, serta tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan kelulusan secara instan atau praktik kecurangan lainnya," kata Haodudin di Kampus 2 Unsika, Jalan Lingkar Luar Karawang, Selasa (21/4/2026).
Rektor Unsika Ade Maman Suherman mengatakan, pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Unsika diikuti oleh sebanyak 12.508 peserta yang telah memenuhi persyaratan administratif dan memilih lokasi ujian di lingkungan Unsika.
Jumlah tersebut meningkat ketimbang pada 2025 sebanyak 11.000.
"Untuk total kuota penerimaan mahasiswa baru jalur SNBT di Unsika tahun ini mencapai 1.763 kursi yang tersebar di berbagai program studi," kata Ade Maman.
Baca juga: Tiga Jam Penentu Mimpi, Kisah Peserta UTBK di UPI Bandung yang Pernah Gagal dan Mencoba Kembali