Koordinator Pelaksana UTBK Unair, I Made Narsa saat ditemui Kompas.com, Selasa (22/4-2026)
SURABAYA, KOMPAS.com - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menemukan 79 daftar nama peserta yang dianggap anomali atau dicurigai di hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Koordinator Pelaksana UTBK Unair 2026 I Made Narsa mengatakan, Unair memiliki data historis seluruh peserta UTBK dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga mudah mendeteksi nama yang dianggap dicurigai.
Pada hari dan sesi pertama UTBK, sebanyak 843 peserta mengikuti ujian di kampus Unair baik A, B, dan C. Sementara 37 lainnya dinyatakan absen.
Made mengatakan, meski ditemukan kecurigaan, pelaksanaan berjalan lancar.
Baca juga: Terduga Joki UTBK di Unair Surabaya Tidak Hadir saat Ujian
“Daftar nama yang dicurigai di Unair 79 peserta (anomali data) dialokasikan di hari ini semua. Beberapa tidak datang tetapi mayoritas hadir. Hasil pantauan di lapangan aman,” kata Made saat ditemui Kompas.com, Selasa (21/4/2026).
Made menjelaskan, biasanya modus yang digunakan para joki yakni menggunakan identitas lain lalu di tahun berikutnya kembali mendaftar dengan nama berbeda tapi menggunakan foto dirinya sendiri.
“Nah yang 79 ini anomali saja. Datanya kok aneh-aneh, jangan-jangan itu. Misalnya ada peserta domisili dari Indonesia Barat. Lalu dia milih universitas di Jawa Tengah. Tetapi dia ikut tes di luar Jawa. Kan gini, tingkat keketatan kualitas pengawasan di masing-masing pusat UTBK kan beda-beda,” jelasnya.
“Bisa jadi dia berpikir di daerah pengawasannya lebih lengah, kan bisa begitu. Jadi dari pikiran normal, ini kok aneh ya, rumahnya di sini, milihnya di sini, kok tesnya di situ. Curiga kita, bisa jadi dia Kebetulan dia wisata ke sana kan bisa jadi. Mumpung di sana milih di sana kan bisa jadi begitu. Tapi dari segi data itu kan aneh,” sambungnya.
Baca juga: 12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT 2026 di Unsika, Panitia: Jangan Percaya Kelulusan Instan
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) juga merilis data dugaan kecurangan pelaksanaan UTBK di sejumlah kampus. Unair salah satu yang diungkap.
Diduga, terdapat satu peserta yang memiliki wajah sama namun mendaftar UTBK dua tahun dengan nama berbeda.