Ilustrasi UTBK SNBT. Praktik kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 kembali mencuat. Panitia dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil membongkar modus perjokian dengan cara manipulasi identitas peserta.Mulanya, pengawas mencurigai adanya peserta yang menunjukkan gelagat gelisah di Gedung Research Center.
Setelah diperiksa, ditemukan ketidaksesuaian antara identitas pada data resmi dengan peserta yang hadir, meski foto pada data terlihat sama.
"Sementara kecurangan itu kami catat dalam berita acara dan sudah kami laporkan ke pusat. Saat ini masih kami proses secara internal,” ujar Staf Humas UPNVJT, Nizwan Amin di Surabaya, Selasa, dilansir dari Antara.
Berdasarkan penelusuran awal, peserta yang diamankan di UPN diketahui memilih program studi kedokteran di Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Jember yang memiliki tingkat persaingan tinggi.
Baca juga: Heni Siti, Lebih Tegang Dibanding Anaknya yang Ikut UTBK-SNBT 2026
Di sisi lain, panitia pusat UTBK 2026 menginformasikan adanya keterkaitan data peserta dengan lokasi ujian di Unair.
Namun, pihak Unair memastikan bahwa peserta yang dimaksud tidak hadir di lokasi mereka.
“Fotonyа terindikasi sama dengan peserta tahun 2025, sehingga sudah kami waspadai. Namun, yang bersangkutan tidak hadir di lokasi ujian di Unair,” kata Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara.
Pulung menambahkan bahwa pelaksanaan UTBK di kampusnya secara umum berjalan lancar tanpa temuan pelanggaran lain.
“Secara keseluruhan berjalan lancar sesuai aturan. Tidak ada pelanggaran lain, hanya yang kami waspadai dari data panitia pusat tersebut,” tambahnya.
Unair juga menemukan 79 daftar nama peserta yang dianggap anomali atau dicurigai pada hari pertama UTBK 2026, Selasa.
Baca juga: Fasilitasi Peserta Disabilitas, ISBI Sediakan Ruangan Khusus dan Pendamping Pembaca Soal UTBK 2026