Suasana peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).Peserta tersebut kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Sementara itu, di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), panitia menemukan dugaan praktik joki dengan pola unik, yakni satu orang yang mengikuti UTBK dalam dua tahun berbeda dengan identitas berbeda.
"Ditemukan upaya perjokian dengan mengganti peserta. Jadi orang yang sama mengikuti UTBK 2025, itu ikut lagi di 2026 dengan nama yang berbeda," ujar Eduart.
Baca juga: Canggih! ITS Pasang AI Pemburu Joki UTBK 2026
Selain kasus per individu, SNPMB juga mencatat adanya sekitar 2.940 data anomali yang tersebar di berbagai pusat UTBK 2026.
Temuan ini memperkuat dugaan adanya pola kecurangan yang lebih luas dan terstruktur di beberapa wilayah.
Panitia kemudian meningkatkan pengawasan di sejumlah kampus, termasuk Universitas Negeri Malang, Unesa, Undip, UPN Veteran Jawa Timur, hingga Universitas Airlangga.
Direktur Pendidikan Universitas Negeri Malang, Prof. Evi Eliyanah, menegaskan bahwa setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
"Kami akan dalami informasi dari kasus tersebut yang kemudian kita laporkan ke panitia pusat SNPMB, sebab yang berwenang mengambil keputusan adalah panitia pusat itu," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu.
Baca juga: Kasus Joki UTBK 2026 di Unesa Kini Diusut Polisi, Motif dan Modus Didalami
Di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), panitia mengungkap modus baru berupa manipulasi identitas peserta.
Pelaku diduga menggunakan dokumen asli yang telah dimodifikasi, khususnya pada bagian foto.