Suasana pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) hari pertama di Universitas Airlangga (UNAIR).Peserta memodifikasi foto pendaftaran untuk menyembunyikan identitas asli joki. Sayangnya cara ini gagal menembus barikade ruangan.
Sebab panitia SNPMB sudah memiliki face recognition yang langsung mengenali peserta UTBK.
Baca juga: Cegah Kecurangan, UTBK 2026 untuk Jurusan Kedokteran Diadakan di Hari 1 dan 2
Manipulasi foto menggunakan AI pernah terjadi tahun 2025. Tak cuma foto, joki UTBK mengubah identitas dan barcode peserta pakai AI.
Namun, panitia SNPMB sendiri telah menyiapkan sistem verifikasi yang ketat untuk hal ini.
Seperti penggunaan kode khusus dan barcode untuk mendeteksi anomali dan ketidaksesuaian antara barcode dengan kartu yang dibawa peserta.
Hingga saat ini, 2.940 data anomali telah dipantau petugas di Pusat UTBK.
Edward menyebutkan beberapa Pusat UTBK yang sudah melaporkan kejadian ini antara lain Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Diponegoro (Undip), UPN Veteran Jatim dan ada beberapa lagi.
Seolah tak kapok, tak belajar dari tahun sebelumnya, penggunaan alat bantu dengar masih digunakan
Temuan yang cukup mengejutkan terjadi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Seorang peserta menanamkan alat bantu dengar di dalam telinganya. Padahal, dia bukan peserta disabilitas.
Edward mengatakan, peserta ini sampai harus dibawa ke dokter THT untuk dicopot alatnya. Temuan ini terjadi di Universitas Diponegoro (Undip).