Unesa Ungkap Identitas Pelaku Joki UTBK, Diduga Jaringan Sindikat Nasional

Kompas.com - 22/04/2026, 17:16 WIB
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi. KOMPAS.com/AZWA SAFRINAWakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi.
Penulis Azwa Safrina
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Universitas Negeri Surabaya ( Unesa) mengungkapkan identitas terduga joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang tertangkap pada Selasa (21/4/2026).

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi mengungkapkan bahwa terduga joki merupakan pria berinisial H berusia antara 23 sampai 24 tahun.

“Berdasarkan pengakuannya dia berasal dari Surabaya. Tapi kan pengakuannya juga berubah-ubah,” kata Martadi kepada awak media di Gedung Rektorat Unesa, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Kasus Joki UTBK 2026 di Unesa Kini Diusut Polisi, Motif dan Modus Didalami

Selain itu, peserta joki tersebut mendaftar jurusan kedokteran di salah satu universitas di Jawa Timur.

Pelaku joki juga sempat mengaku bahwa ia terpaksa melakukan hal itu karena faktor ekonomi.

“Dia bilang kalau dari keluarga miskin, bapaknya meninggal, tapi saya enggak percaya karena bajunya saja bermerek, kacamatanya juga mahal,” jelasnya.

Pelaku juga mengaku bahwa dia bukan mahasiswa aktif.

“Dugaan saya ada dua kemungkinan karena dia tidak dibekali KTP, tidak dibekali kartu mahasiswa,” terangnya.

Baca juga: Joki UTBK 2026 Terungkap: Unesa Amankan Pelaku, Unair dan UPNVJT Temukan Modus Serupa

Sistematis dalam jaringan sindikat

Ia menilai bahwa tindakan joki UTBK tersebut tersistematis secara profesional dan memiliki jaringan sindikat yang lebih luas.

“Nah, satu layer di atasnya lagi itu bukan dari Jawa Timur, sudah jaringan nasional dan itu tampaknya menjadi menarik untuk dilakukan pendalaman lebih jauh karena ini tampaknya bukan hanya di Unesa, tetapi juga di perguruan tinggi yang lain,” jelasnya.

Page:
Close Ads X