Suasana UTBK di UPN Veteran Jawa Timur yang diunggah pada Rabu (22/4/2026).
SURABAYA, KOMPAS.com - Praktik joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) terdeteksi di sejumlah kampus di Surabaya.
Beberapa di antaranya terdeteksi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Airlangga (Unair).
Setelah kejadian tersebut, beberapa kampus di Surabaya melakukan beberapa upaya untuk memperketat pengawasan ujian.
Baca juga: Tertangkap di Unesa, Joki UTBK SNBT Kini Diperiksa Polrestabes Surabaya
Seperti yang disampaikan Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi. Unesa telah memperketat pengawasan ujian UTBK.
Peserta diwajibkan memasukkan tas dan barang bawaannya ke dalam tas kresek merah dan diikat dengan kabel tis yang telah disediakan panitia.
Tas kresek itu nantinya akan diletakkan di tempat penitipan barang di luar ruangan ujian.
“Ada penemuan-penemuan unik, ketika seluruh kresek tas itu dikeluarkan dari ruangan pada saat mereka ujian, HP itu banyak yang bunyi,” katanya.
Baca juga: Unesa Ungkap Jaringan Joki UTBK, Bawa KTP dan Ijazah Palsu
“Ini kan aneh karena kalau orangtua atau teman pasti tahu kalau sedang ujian,” jelasnya.
Selain itu, para peserta berhijab juga akan diperiksa secara menyeluruh sampai ke bagian telinga oleh panitia perempuan.
“Kemarin chip yang ditemukan tidak lebih dari biji kedelai dan dimasukkan ke telinga. Jadi memang kita mencegah hal-hal itu terjadi,” terangnya.