Terungkap, Peserta SNBT yang Sewa Joki UTBK Incar Jurusan Kedokteran

Kompas.com - 22/04/2026, 22:11 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat meninjau langsung Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terkait pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) setelah adanya kasus joki yang terungkap, Rabu (22/4/2026). KOMPAS.com/AZWA SAFRINAWakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat meninjau langsung Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terkait pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) setelah adanya kasus joki yang terungkap, Rabu (22/4/2026).
Penulis Azwa Safrina
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang menyewa jasa joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mengincar kursi Fakultas Kedokteran dari salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat pada saat meninjau langsung pelaksanaan UTBK di Universitas Negeri Surabaya ( Unesa) pada Rabu (22/4/2026).

“Iya, kedokteran (jurusan yang diincar peserta penyewa joki), kedokteran salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur,” ungkap Atip kepada awak media di Gedung Rektorat Unesa, Rabu.

Baca juga: Joki UTBK Terungkap, Kampus-kampus di Surabaya Perketat Pengawasan

Namun, untuk profil lengkap pelaku pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.

“Nanti kita akan memberikan respons setelah selesai penyelidikan. Kita masih menunggu lagi penyelidikan,” ucapnya.

Diskualifikasi dan blacklist

Ia menegaskan akan mendiskualifikasi peserta seleksi yang menyewa joki sekaligus mem-blacklist dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seluruh Indonesia untuk seumur hidup.

“Karena ini sangat mencederai dari tujuan pendidikan kita yang mengedepankan integritas dan kejujuran. Jadi, boleh saja kita melakukan kekeliruan di dalam proses-proses keilmuan, tapi tidak boleh tidak jujur,” ucapnya.

Baca juga: Tertangkap di Unesa, Joki UTBK SNBT Kini Diperiksa Polrestabes Surabaya

Hal itu dilakukan untuk mencegah peserta melakukan tindakan serupa di tahun-tahun berikutnya.

“Ya, sekarang enggak ada ditemukan dan setelah dia diterima itu, ditemukan bukti-bukti itu, maka menurut saya itu harus dikeluarkan,” tandasnya.

Ia menyebut, sampai sejauh ini baru satu kasus joki UTBK yang ditemukan di Jawa Timur.

Page:
Close Ads X