“Tapi kalau ditemukan kasus yang sama, maka sanksi dan tindakannya seperti yang saya sampaikan tadi, harus tegas,” tuturnya.
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi kembali menegaskan bahwa peserta joki tersebut mendaftar jurusan kedokteran.
“Ya, benar (pelaku) mendaftar jurusan kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur,” tegas Martadi.
Berdasarkan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan tim supervisi Unesa, Martadi mengungkapkan bahwa pelaku joki merupakan pria berinisial H berusia antara 23 sampai 24 tahun.
“Berdasarkan pengakuannya dia berasal dari Surabaya. Tapi kan pengakuannya juga berubah-ubah,” kata Martadi.
Pelaku joki juga sempat mengaku bahwa ia terpaksa melakukan hal itu karena faktor ekonomi.
“Dia bilang kalau dari keluarga miskin, bapaknya meninggal, tapi saya enggak percaya karena bajunya saja bermerek, kacamatanya juga mahal,” jelasnya.
Pelaku juga mengaku bahwa dia bukan mahasiswa aktif.
“Dugaan saya ada dua kemungkinan karena dia tidak dibekali KTP, tidak dibekali kartu mahasiswa,” terangnya.
Sebagai langkah selanjutnya, pihak kampus telah menyerahkan pelaku kepada Polrestabes Surabaya.