Pemeriksaan pengenalan wajah berbasis kecerdasan artifisial (AI) dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Undiksha, Bali, Rabu (24/4/2026).Panitia SNPMB mengungkapkannya lewat konferensi pers yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Kemendikti saintek.
"Pada pagi hari ini sampai dengan pukul 09.00 WIB kita telah mendapatkan informasi berbagai macam kecurangan yang coba dilakukan peserta UTBK di beberapa Pusat UTBK," ucap Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok di Media Center Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
"Yang pertama kita dapatkan kecurangan di Pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Kecurangannya berupa indikasi ingin menggunakan alat bantu. Jadi alat bantu ini disembunyikan di pakaian dan sebagainya dan alhamdulillah bisa kita deteksi," sambungnya.
Baca juga: Di Balik UTBK 2026, Ada Orangtua yang Rela Tinggalkan Kerja demi Dampingi Anak
Masih di Unsulbar, ditemukan juga siasat menggunakan joki sebagai peserta ujian.
"Ditemukan upaya perjokian dengan mengganti peserta. Jadi sengaja dia, orang yang sama mengikuti UTBK 2025, itu ikut lagi di 2026 dengan nama yang berbeda untuk nama pesertanya. Jadi orangnya sama ikut ujian 2025 dan 2026 untuk dua nama. Jadi udah pasti merupakan joki yang mengganti," ungkap Eduart.
Ia berujar trik joki ini bisa diketahui dari bukti tahun lalu yang dikembangkan dalam penyelidikan. Lagi-lagi, ada dua perempuan yang data pesertanya ditunjukkan panitia.
Selain itu, kecurangan juga ditemukan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Airlangga (Unair), dan UPN Veteran Jawa Timur.